ARCOM-MEDIA, Polewali Mandar. Harapan warga untuk menikmati akses jalan yang layak kini semakin nyata, Satuan Tugas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 dari terus menggeber pengerjaan rabat beton sepanjang 500 meter dengan lebar 4 meter di ruas Jalan Poros Bulo menuju Lenggo, Kabupaten .
Di bawah terik matahari dan semangat gotong royong yang menyala, personel Satgas TMMD bersama masyarakat bahu-membahu menuntaskan pengecoran jalan yang selama ini menjadi urat nadi aktivitas warga.
Jalan tersebut bukan sekadar penghubung antarwilayah, tetapi menjadi jalur vital bagi mobilitas pendidikan, layanan kesehatan, hingga distribusi hasil pertanian.
Komandan SSK TMMD ke-127, Kapten Inf Subarkah, menegaskan, percepatan pengerjaan dilakukan agar progres sasaran fisik dapat maksimal sebelum memasuki bulan Ramadhan.
“Pengerjaan rabat beton kita percepat sebelum masuk bulan Ramadhan. Harapannya progres sasaran fisik sudah tinggi sebelum bulan puasa,” ujar Subarkah di lokasi kegiatan, Kamis, (12/2/2026).
Secara administratif, titik pekerjaan berada di wilayah Desa Bulo, namun, jalan poros tersebut sejatinya merupakan akses utama masyarakat Desa Lenggo menuju pusat kecamatan dan berbagai fasilitas pelayanan publik.
Selama ini, kondisi jalan yang belum memadai kerap menjadi kendala, terutama saat musim hujan yang membuat jalur licin dan sulit dilalui kendaraan.
Bagi para petani, kondisi jalan sangat memengaruhi kelancaran distribusi hasil panen, tak jarang, biaya angkut meningkat karena kendaraan harus ekstra hati-hati melewati medan yang rusak.
Dengan dibangunnya rabat beton ini, diharapkan waktu tempuh menjadi lebih singkat, biaya transportasi menurun, dan aktivitas ekonomi masyarakat semakin bergairah.

Antusiasme warga Lenggo terlihat jelas di lapangan.mereka tak hanya menjadi penonton, tetapi turut terlibat langsung dalam proses pengerjaan, mulai dari membantu pengangkutan material, menyiapkan konsumsi, hingga ikut serta dalam proses pengecoran.
“Kita lihat antusias masyarakat Lenggo begitu tinggi, mereka ikut bekerja bersama Satgas TMMD karena jalan ini memang menjadi kebutuhan utama mereka,” ujar Subarkah.
Kolaborasi antara TNI dan masyarakat tersebut mencerminkan semangat kemanunggalan yang menjadi ruh utama program TMMD.
Kebersamaan di lapangan bukan hanya membangun jalan, tetapi juga mempererat ikatan sosial dan rasa memiliki terhadap hasil pembangunan.
Pengerjaan rabat beton dilakukan secara bertahap dengan sistem pengecoran dari titik ujung, metode ini dipilih untuk memudahkan distribusi material sekaligus menjaga kualitas konstruksi agar hasilnya kuat dan tahan lama, setiap tahap diawasi secara ketat untuk memastikan standar teknis terpenuhi.
Program TMMD ke-127 di Desa Bulo tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur fisik, lebih dari itu, TMMD menjadi wadah pembinaan teritorial yang memperkuat sinergi antara TNI dan rakyat melalui kerja nyata di lapangan.
Dengan rampungnya peningkatan kualitas Jalan Poros Bulo–Lenggo, keterisolasian wilayah secara perlahan mulai terbuka.
Harapan warga untuk menikmati akses yang lebih baik kini semakin dekat menjadi kenyataan.
Jalan yang dulu penuh tantangan, perlahan berubah menjadi jalur harapan, menghubungkan desa, menggerakkan ekonomi, dan membawa optimisme baru bagi masyarakat Lenggo dan sekitarnya. (RED)







