ARCOM-MEDIA, Bandung. Upaya memerangi peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Jawa Barat terus diperkuat melalui sinergi lintas lembaga, dalam rangka mempererat kerja sama tersebut, BNNP Jawa Barat melakukan audiensi dengan Kodam III/Siliwangi di Markas Kodam III/Siliwangi, Jalan Aceh No. 69, Kota Bandung, Jumat, (6/3/2026).
Pertemuan strategis ini dipimpin langsung oleh Kepala BNNP Jawa Barat, Brigadir Jenderal Polisi Sulistyo Pudjo Hartono, S.I.K., M.SI., yang hadir bersama jajaran BNNP Jawa Barat.
Rombongan diterima langsung oleh Pangdam III/Siliwangi, Mayjen TNI Kosasih, S.E., M.M., dalam suasana penuh keakraban sekaligus keseriusan membahas langkah-langkah konkret dalam memerangi ancaman narkotika di wilayah Jawa Barat.
Audiensi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi antara aparat penegak hukum dan institusi pertahanan negara dalam menghadapi tantangan serius yang ditimbulkan oleh peredaran narkoba.
Dalam pertemuan tersebut, Kepala BNNP Jawa Barat, Brigjen Sulistyo Pudjo menekankan bahwa narkoba masih menjadi salah satu ancaman terbesar bagi masa depan generasi muda Indonesia. “Peredaran narkotika tidak hanya merusak kesehatan masyarakat, tetapi juga berpotensi melemahkan ketahanan sosial dan keamanan negara,” ujarnya.
Menurut Kepala BNNP Jabar, pemberantasan narkoba tidak dapat dilakukan oleh satu institusi saja, diperlukan kerja sama yang kuat antara berbagai pihak, mulai dari lembaga penegak hukum, aparat keamanan, pemerintah daerah, hingga masyarakat.
Kepala BNNP Jabar berharap sinergi dengan Kodam III/Siliwangi dapat semakin memperkuat langkah-langkah penegakan hukum sekaligus upaya pencegahan terhadap penyalahgunaan narkotika di wilayah Jawa Barat.

“Sinergi antara BNN dan TNI sangat penting dalam memerangi peredaran serta penyalahgunaan narkoba di wilayah Jawa Barat,” ujar Kepala BNNP Jabar.
Menanggapi hal tersebut, Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih menyatakan dukungan penuh terhadap berbagai langkah yang dilakukan oleh Badan Narkotika Nasional dalam memberantas peredaran narkoba.
Menurut Pangdam peredaran narkotika merupakan ancaman serius bagi masa depan bangsa karena menyasar generasi muda yang merupakan aset utama negara.
Pangdam menegaskan, perang melawan narkoba membutuhkan kolaborasi dari berbagai elemen bangsa.
“Diperlukan kolaborasi dari berbagai elemen, baik instansi pemerintah, aparat keamanan, maupun masyarakat, untuk bersama-sama memerangi peredaran narkoba demi kemajuan bangsa dan kesejahteraan masyarakat Jawa Barat,” tegas Pangdam.

Lebih lanjut, Pangdam menilai, langkah pencegahan melalui edukasi kepada masyarakat juga sama pentingnya dengan penegakan hukum terhadap para pelaku kejahatan narkotika.
Dalam diskusi tersebut juga dibahas pentingnya mengintegrasikan dua pendekatan utama dalam pemberantasan narkoba, yaitu penindakan hukum yang tegas dan edukasi masyarakat secara berkelanjutan.
Penegakan hukum menjadi langkah penting untuk memutus jaringan peredaran narkotika, sementara program edukasi dan sosialisasi bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya narkoba.
Program sosialisasi tersebut diharapkan dapat menjangkau berbagai kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa, komunitas masyarakat, hingga lingkungan keluarga.
Dengan meningkatnya pemahaman masyarakat tentang bahaya narkotika, diharapkan angka penyalahgunaan narkoba dapat ditekan secara signifikan.

Kerja sama antara Kodam III/Siliwangi dan BNNP Jawa Barat diharapkan mampu menciptakan sistem pencegahan dan penindakan yang lebih efektif.
Melalui koordinasi yang solid, kedua lembaga dapat saling mendukung dalam berbagai kegiatan, seperti operasi pemberantasan narkoba, kegiatan sosialisasi di masyarakat, hingga program rehabilitasi bagi korban penyalahgunaan narkotika.
Sinergi ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan sosial masyarakat di Jawa Barat agar tidak mudah terpengaruh oleh ancaman narkoba yang terus berkembang.
Dengan kerja sama yang semakin erat antara aparat keamanan, pemerintah, dan masyarakat, diharapkan upaya pemberantasan narkoba di Jawa Barat dapat berjalan lebih efektif.
Pada akhirnya, langkah tersebut bertujuan menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan sejahtera bagi masyarakat Jawa Barat serta melindungi generasi muda dari ancaman bahaya narkotika yang dapat merusak masa depan bangsa. (BRH)









