ARCOM-MEDIA, Kabupaten Aceh Utara. Komitmen TNI Angkatan Darat dalam membantu percepatan pembangunan nasional dan membuka akses wilayah terpencil kembali ditunjukkan melalui pembangunan infrastruktur strategis di berbagai daerah.
Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak meresmikan jembatan gantung di Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, dalam rangkaian kunjungan kerja yang berlangsung Senin-Selasa, (9-10/3/2026).
Kasad dalam kegiatan tersebut turut didampingi Dankodiklatad Letjen TNI Mohamad Hasan, bersama sejumlah pejabat TNI AD lainnya.
Kunjungan kerja ini menjadi bagian dari program strategis TNI AD untuk memperluas konektivitas wilayah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah terpencil.
Peresmian jembatan gantung yang berlokasi di Kecamatan Sawang tersebut menjadi momentum penting bagi masyarakat setempat.

Selama ini, akses transportasi di wilayah tersebut cukup terbatas karena kondisi geografis yang sulit dijangkau kendaraan berat maupun alat konstruksi besar.
Dalam sambutannya, Kasad menegaskan bahwa pembangunan jembatan perintis atau jembatan gantung merupakan solusi efektif untuk membuka akses di daerah pedalaman yang selama ini terisolasi.
Menurut Kasad, banyak wilayah di Indonesia yang memiliki kondisi geografis menantang seperti sungai besar, jurang, dan perbukitan, sehingga membutuhkan pendekatan konstruksi yang lebih sederhana namun tetap aman dan fungsional.
“Pembangunan jembatan perintis ini bertujuan menjangkau wilayah yang sulit dilalui kendaraan berat maupun alat konstruksi besar, sehingga konektivitas di daerah pedalaman dapat terbuka,” ujar Kasad, Senin, (9/3/2026).
Keberadaan jembatan tersebut diharapkan dapat mempercepat mobilitas masyarakat, mempermudah akses pendidikan bagi pelajar, serta mendukung aktivitas ekonomi warga setempat.

Setelah meresmikan jembatan gantung yang juga dikenal sebagai Jembatan Garuda, Kasad bersama rombongan melakukan video conference dengan Presiden Republik Indonesia untuk melaporkan perkembangan program pembangunan jembatan oleh TNI AD di seluruh Indonesia.
“Izin melaporkan tentang jembatan, pada saat ini kita sudah mulai mengerjakan 1.072 jembatan dan 218 di antaranya sudah selesai,” ungkap Kasad dalam laporan tersebut.
Program pembangunan jembatan ini merupakan bagian dari upaya besar TNI AD dalam membantu pemerintah mempercepat pembangunan infrastruktur, khususnya di wilayah yang selama ini mengalami keterbatasan akses transportasi.
Selain meresmikan jembatan, rombongan juga melaksanakan sejumlah kegiatan sosial yang menjadi bagian dari pengabdian TNI kepada masyarakat.
Kasad bersama Dankodiklatad menyerahkan tali asih dan perlengkapan sekolah kepada para siswa di SD Negeri 7 Sawang, bantuan tersebut diharapkan dapat memberikan motivasi bagi para pelajar untuk terus semangat dalam menempuh pendidikan.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke Yonarhanud 5/CSBY, di mana rombongan melaksanakan buka puasa bersama prajurit dan masyarakat sekitar.
Dalam kesempatan tersebut, Kasad juga menyerahkan santunan kepada warga sebagai bentuk kepedulian sosial TNI AD terhadap masyarakat di sekitar satuan.
Kegiatan tersebut sekaligus mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat, sejalan dengan semangat TNI Manunggal dengan Rakyat yang selama ini menjadi salah satu prinsip utama pengabdian TNI.
Pada hari berikutnya, rombongan melanjutkan kunjungan kerja ke wilayah Nias Selatan untuk meninjau langsung pembangunan Jembatan Bailey di Sungai Sifalago.

Jembatan Bailey merupakan jenis jembatan modular yang dapat dibangun dengan relatif cepat dan sering digunakan dalam situasi darurat maupun di wilayah yang memiliki keterbatasan infrastruktur.
Pembangunan jembatan tersebut menjadi bagian dari program strategis TNI AD dalam mendukung pembangunan nasional serta membuka akses transportasi di daerah yang sebelumnya sulit dijangkau.
Kasad menegaskan bahwa pembangunan jembatan Bailey ini memiliki peran penting dalam meningkatkan konektivitas antarwilayah di Nias Selatan.
Dengan adanya jembatan tersebut, masyarakat akan lebih mudah mengakses fasilitas pendidikan, kesehatan, serta memperlancar distribusi hasil pertanian dan perdagangan.

Program pembangunan jembatan oleh TNI AD merupakan bentuk nyata kontribusi militer dalam mendukung pembangunan nasional di luar tugas utamanya sebagai penjaga kedaulatan negara.
Melalui berbagai program seperti pembangunan jembatan gantung, jembatan Bailey, serta kegiatan karya bakti TNI, Angkatan Darat berupaya membantu pemerintah dalam mempercepat pemerataan pembangunan hingga ke wilayah terpencil.
Kehadiran TNI di daerah-daerah yang sulit dijangkau tidak hanya memberikan manfaat infrastruktur, tetapi juga membawa harapan baru bagi masyarakat yang selama ini mengalami keterbatasan akses transportasi.
Dengan semakin terbukanya konektivitas wilayah, diharapkan aktivitas ekonomi masyarakat dapat berkembang lebih pesat, mobilitas warga menjadi lebih mudah, serta kualitas hidup masyarakat di daerah terpencil dapat meningkat secara signifikan.
Kunjungan kerja Kasad bersama Dankodiklatad ini menjadi simbol kuat bahwa pembangunan infrastruktur tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah sipil, tetapi juga merupakan bagian dari pengabdian TNI kepada rakyat dalam mewujudkan Indonesia yang lebih maju dan terhubung. (BRH / Pen Kodiklatad)









