ARCOM-MEDIA, Kabupaten Kaimana, Papua Barat. Komitmen TNI Angkatan Darat dalam menjaga profesionalisme dan kesiapsiagaan prajurit terus diperkuat melalui program pembinaan latihan yang berkelanjutan.
Wakil Komandan Kodiklatad Mayjen TNI Windiyatno melaksanakan kunjungan kerja dalam rangka Asistensi dan Pengawasan Latihan di satuan yang berada di Kabupaten Kaimana, Papua Barat, Senin (9/3/2026).
Kunjungan ini bertujuan memastikan pelaksanaan program latihan di satuan berjalan sesuai standar pembinaan TNI AD sekaligus meningkatkan kesiapan prajurit dalam menghadapi berbagai tantangan tugas di lapangan, khususnya di wilayah Papua yang memiliki karakteristik geografis dan dinamika keamanan yang kompleks.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi TNI AD, di antaranya , Direktur Latihan Kodiklatad, Direktur Pengujian Kodiklatad, Paban Opslat Sdirlat Kodiklatad, Asintel Kasdam XVIII/Kasuari, Asops Kasdam XVIII/Kasuari, serta Komandan Yonif TP 864/NN.

Rangkaian kegiatan diawali dengan paparan dari Komandan Yonif TP 864/NN mengenai pelaksanaan program latihan yang sedang dijalankan oleh satuan.
Dalam pemaparan tersebut dijelaskan berbagai materi latihan yang telah dilaksanakan, tingkat kesiapan prajurit, serta rencana pengembangan kemampuan tempur satuan ke depan.
Paparan ini menjadi bagian penting dari proses evaluasi untuk memastikan bahwa setiap program latihan berjalan sesuai dengan doktrin, standar operasional, serta sasaran pembinaan yang telah ditetapkan oleh TNI Angkatan Darat.
Setelah menerima paparan, Wadan Kodiklatad bersama rombongan meninjau langsung kegiatan latihan prajurit di lapangan, termasuk kegiatan PSM (Penanggulangan Serangan Musuh) yang menjadi salah satu materi penting dalam pembinaan kemampuan tempur prajurit infanteri.

Kegiatan latihan tersebut menggambarkan kesiapan prajurit dalam menghadapi berbagai skenario operasi militer di medan yang menantang.
Dalam pengarahan kepada seluruh prajurit Yonif TP 864/NN, Mayjen TNI Windiyatno menekankan, latihan merupakan kunci utama dalam membentuk prajurit yang profesional, tangguh, dan siap menghadapi berbagai situasi tugas.
Menurut Mayjen TNI Windiyatno, kemampuan tempur prajurit tidak dapat terbentuk secara instan, tetapi harus diasah secara terus-menerus melalui latihan yang terencana dan berkesinambungan.
“Latihan dan pembelajaran yang berkelanjutan sangat penting untuk mengasah naluri tempur prajurit, dengan latihan yang baik, prajurit akan memiliki kesiapan mental maupun kemampuan teknis dalam menghadapi berbagai tantangan di medan tugas,” tegas Mayjen TNI Windiyatno.

Selain menekankan pentingnya latihan, Wadan Kodiklatad, Mayjen TNI Windiyatno juga mengingatkan seluruh prajurit agar senantiasa meningkatkan profesionalisme dalam setiap pelaksanaan tugas.
Mayjen TNI Windiyatno mengajak prajurit untuk terus mengikuti perkembangan situasi global yang dapat mempengaruhi dinamika keamanan, sehingga prajurit memiliki pemahaman yang luas terhadap berbagai potensi ancaman di masa depan.
Selain meninjau program latihan tempur, Wadan Kodiklatad juga melihat langsung pengelolaan lahan integrated farming dan peternakan yang dikembangkan oleh Yonif TP 864/NN.

Program ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kemandirian satuan sekaligus mendukung ketahanan pangan di lingkungan satuan TNI.
Melalui pengelolaan pertanian terpadu dan peternakan, prajurit tidak hanya memperoleh manfaat ekonomi, tetapi juga dapat meningkatkan keterampilan dalam pengelolaan sumber daya yang produktif.
Program tersebut juga menjadi bentuk kontribusi satuan TNI terhadap masyarakat sekitar melalui pengembangan sektor pertanian yang berkelanjutan.
Kunjungan kerja Wadan Kodiklatad di Yonif TP 864/NN diakhiri dengan sesi foto bersama serta penulisan pesan dan kesan oleh Wadan Kodiklatad, Mayjen TNI Windiyatno sebagai bentuk apresiasi terhadap dedikasi prajurit dalam menjalankan tugas dan latihan.

Melalui kegiatan asistensi dan pengawasan latihan ini, diharapkan pelaksanaan program latihan di satuan dapat berjalan semakin optimal.
Dengan pembinaan yang berkelanjutan, prajurit TNI AD diharapkan mampu meningkatkan profesionalisme, kesiapsiagaan, serta kemampuan tempur dalam mendukung pelaksanaan berbagai tugas negara, baik dalam operasi militer perang maupun operasi militer selain perang di berbagai wilayah penugasan.
Bagi Yonif TP 864/NN yang bertugas di wilayah Papua Barat, kesiapan prajurit menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas keamanan sekaligus mendukung pembangunan nasional di wilayah timur Indonesia. (BRH / Pen Kodiklatad)









