ARCOM-MEDIA, Bandung. Suasana khidmat dan penuh kekhusyukan menyelimuti Masjid Al-Ikhlas Makodam III/Siliwangi, jalan Aceh No. 69 Kota Bandung, Kamis, (12/3/2026).
Dalam rangka memperingati turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW, jajaran Kodam III/Siliwangi menggelar peringatan 1447 Hijriah yang dihadiri oleh para pejabat, prajurit, PNS, serta keluarga besar Persit Kartika Chandra Kirana Daerah III/Siliwangi.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih, S.E., M.M., yang hadir bersama Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Daerah III/Siliwangi Riri Kosasih.
Kehadiran pimpinan Kodam III/Siliwangi dalam kegiatan religius tersebut menjadi simbol pentingnya penguatan nilai spiritual bagi prajurit di tengah dinamika tugas menjaga kedaulatan negara.
Peringatan Nuzulul Qur’an tahun ini mengusung tema “Dengan Ibadah Ramadhan dan Nuzulul Qur’an Membentuk Karakter Prajurit Prima Guna Menuju Indonesia Maju.”
Tema tersebut menegaskan nilai-nilai Al-Qur’an tidak hanya menjadi pedoman spiritual, tetapi juga menjadi fondasi moral dalam membentuk karakter prajurit yang profesional, tangguh, serta berintegritas.
Acara ini turut dihadiri oleh jajaran pejabat utama Kodam III/Siliwangi, para komandan satuan, prajurit dan PNS di lingkungan Kodam, serta anggota Persit Kartika Chandra Kirana.
Selain itu, kegiatan juga dihadiri sejumlah tokoh mitra strategis, di antaranya Direktur Utama Kiara Artha Park Husein Jayalaksana dan Ketua Artha Graha Peduli Kent Dixon.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang menggema di dalam masjid, menghadirkan suasana religius yang mendalam bagi seluruh jamaah yang hadir.
Lantunan ayat suci tersebut menjadi pengingat akan turunnya wahyu pertama yang menjadi pedoman hidup umat Islam.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan ceramah atau tausiyah yang disampaikan oleh ulama KH. M.D. Ubaydillah AB, M.Pd.
Dalam ceramahnya, K.H. Ubaydillah menekankan pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup, baik dalam kehidupan pribadi maupun dalam menjalankan tugas sebagai prajurit negara.
Menurut K.H. Ubaydillah, bulan suci Ramadhan merupakan momentum terbaik untuk memperkuat keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.
Nilai-nilai Al-Qur’an, kata K.H. Ubaydillah harus tercermin dalam sikap disiplin, kejujuran, tanggung jawab, serta pengabdian kepada bangsa dan negara.
“Al-Qur’an bukan sekadar kitab yang dibaca, tetapi harus menjadi pedoman hidup, bagi prajurit, nilai-nilai Al-Qur’an akan melahirkan karakter yang kuat, jujur, amanah, dan penuh tanggung jawab dalam menjaga negeri,” ujar K.H. Ubaydillah di hadapan para prajurit dan tamu undangan.
Salah satu momen yang paling mengharukan dalam kegiatan tersebut adalah pemberian santunan kepada keluarga prajurit yang gugur dalam menjalankan tugas negara.
Kodam III/Siliwangi memberikan santunan kepada Isyana Putri, istri dari almarhum Mayor Ckm dr. Yanto, anggota Kesdam III/Siliwangi yang gugur saat melaksanakan Satgas Operasi Tinombala pada tahun 2016.
Pemberian santunan tersebut menjadi bentuk penghormatan dan kepedulian kepada keluarga prajurit yang telah mengorbankan jiwa raganya demi menjaga keamanan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Suasana haru pun terasa ketika santunan tersebut diserahkan, sebagai pengingat bahwa pengabdian prajurit tidak hanya berdampak pada diri mereka, tetapi juga pada keluarga yang ditinggalkan.
Selain itu, kegiatan juga dirangkaikan dengan pemberian trofi, piagam penghargaan, serta uang pembinaan kepada para pemenang Lomba Gema Ramadhan yang diselenggarakan melalui kerja sama antara Kodam III/Siliwangi dengan Yayasan Anak Indonesia Bermartabat.

Berbagai kategori lomba digelar dalam rangka memeriahkan kegiatan tersebut sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an.
Di antaranya lomba adzan anak, hafalan Al-Qur’an, kultum, lomba esai, serta lomba mengaji bagi para Babinsa dalam kategori murotal dan qori.
Antusiasme peserta terlihat begitu tinggi dalam mengikuti setiap perlombaan. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi sarana edukasi religius yang memperkuat nilai-nilai keislaman di lingkungan prajurit dan keluarga besar Kodam III/Siliwangi.
Melalui peringatan Nuzulul Qur’an ini, Pangdam III/Siliwangi berharap nilai-nilai spiritual yang terkandung dalam Al-Qur’an dapat semakin memperkuat karakter prajurit.
Dengan karakter yang kuat, prajurit diharapkan mampu menjalankan tugas dengan profesionalisme, humanisme, serta integritas tinggi.
Nilai-nilai tersebut dinilai penting dalam menghadapi tantangan tugas TNI yang semakin kompleks, baik dalam menjaga stabilitas keamanan nasional, membantu masyarakat, hingga menghadapi berbagai dinamika sosial di tengah kehidupan berbangsa dan bernegara.
Peringatan Nuzulul Qur’an di lingkungan Kodam III/Siliwangi juga menjadi refleksi bahwa kekuatan militer tidak hanya dibangun dari kemampuan fisik dan strategi, tetapi juga dari kekuatan moral dan spiritual yang kokoh.
Dengan mengintegrasikan nilai keimanan, disiplin, serta pengabdian, prajurit Kodam III/Siliwangi diharapkan mampu menjadi prajurit yang tidak hanya tangguh di medan tugas, tetapi juga menjadi teladan di tengah masyarakat.
Melalui momentum Ramadhan dan Nuzulul Qur’an ini, seluruh keluarga besar Kodam III/Siliwangi berkomitmen untuk terus memperkuat karakter prajurit demi mendukung terwujudnya Indonesia yang maju, berdaulat, dan bermartabat. (RED)









