ARCOM-MEDIA, Bandung. Menjelang momentum Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Pemerintah Kota Bandung menunjukkan keseriusannya dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Hal tersebut ditandai dengan pelaksanaan Apel Gelar Pasukan yang dipimpin langsung oleh Walikota Bandung, Muhammad Farhan, sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi potensi gangguan, baik sebelum maupun setelah Lebaran, Selasa, (17/3/2026), di Plaza Balai Kota Bandung, jalan Wastukencana No. 2, Kota Bandung.
Apel yang berlangsung dengan penuh khidmat ini dihadiri oleh jajaran lengkap unsur pemerintahan dan aparat penegak hukum.
Tampak hadir para staf ahli, asisten daerah, kepala perangkat daerah di lingkungan Pemkot Bandung, seluruh camat, hingga unsur TNI, Polri, Satpol PP, serta instansi terkait lainnya.
Tak hanya itu, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan DPRD Kota Bandung, Kejaksaan, Pengadilan, hingga Satgas Premanisme turut ambil bagian dalam memperkuat komitmen bersama.
Dalam amanatnya, Walikota Bandung, Muhammad Farhan menegaskan, keamanan kota bukan semata tanggung jawab aparat, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh lapisan masyarakat.
Walikota menggarisbawahi pentingnya penguatan peran lingkungan terkecil, mulai dari RT, RW hingga kelurahan, sebagai garda terdepan dalam menjaga kondusivitas wilayah.
“Partisipasi masyarakat adalah kunci. Kita tidak bisa bekerja sendiri. Sinergi antara pemerintah, aparat, dan warga harus benar-benar solid,” tegas Walikota.
Walikota juga menyoroti fenomena yang kerap muncul menjelang malam takbiran, seperti kerumunan remaja dan konvoi kendaraan bermotor yang berpotensi memicu gangguan ketertiban umum, menurutnya, kondisi ini harus diantisipasi secara serius melalui langkah-langkah yang terukur.

Pendekatan preventif menjadi langkah awal yang dikedepankan, yakni melalui imbauan persuasif kepada masyarakat, pembubaran kerumunan, serta pencegahan konvoi yang tidak terkendali.
Namun demikian, Walikota juga menegaskan bahwa pendekatan represif tetap diperlukan, terutama jika terjadi pelanggaran yang berpotensi mengganggu keamanan publik.
Lebih jauh, Walikota mengingatkan generasi muda agar tidak terjerumus dalam praktik premanisme maupun pengaruh ideologi yang dapat merusak tatanan sosial, menurutnya, menjaga ketertiban kota juga merupakan bagian dari tanggung jawab moral bersama.
Sementara itu, Kepala Satpol PP Kota Bandung, Bambang Sukardi, menjelaskan, apel gelar pasukan ini merupakan langkah konkret dalam menciptakan suasana yang aman, tertib, dan nyaman selama periode Lebaran.
“Kami ingin memastikan bahwa masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan rasa aman. Ini adalah bentuk kesiapan kami dalam mengantisipasi berbagai potensi gangguan,” ujar Bambang Sukardi.
Bambang Sukardi juga menyinggung insiden benturan antar kelompok atau komunitas pelajar yang sempat terjadi sebelumnya dan menjadi perhatian serius, “Oleh karena itu, pengawasan akan diperketat melalui patroli intensif dan penegakan Peraturan Daerah secara konsisten,” tegasnya.
Patroli tersebut melibatkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari unsur TNI, Polri, Dinas Perhubungan, hingga aparat kewilayahan. Selain itu, unsur pendukung seperti Jawara Sakti, PRC, dan PTI turut dilibatkan untuk memperkuat pengawasan di lapangan.
Tak hanya fokus pada pencegahan, Pemkot Bandung juga membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk menyampaikan pengaduan terkait gangguan ketertiban, langkah ini diharapkan dapat mempercepat respons terhadap setiap potensi gangguan yang muncul.
Dengan sinergi yang solid antar seluruh elemen, Pemerintah Kota Bandung optimistis mampu menjaga stabilitas kamtibmas selama momentum Idul Fitri 1447 H, harapannya, masyarakat dapat merayakan hari kemenangan dengan penuh rasa aman, nyaman, dan damai di Kota Bandung. (RED)







