ARCOM-MEDIA, Polewali Mandar. Di balik deru mesin molen dan denting palu yang bersahutan di Dusun Batumenganga, Desa Bulo, Kecamatan Bulo, terselip kisah haru tentang harapan yang akhirnya menemukan jalannya.
Program TMMD ke-127 Kodim 1402/Polman bukan hanya membangun jalan dan rabat beton, tetapi juga membangun kembali kehidupan seorang ibu muda bernama Nurmala.
Perempuan 35 tahun itu tak kuasa menyembunyikan harunya saat melihat dinding rumahnya yang dulu lapuk kini perlahan berdiri kokoh.
Atap yang sebelumnya bocor ketika hujan turun, kini diganti dengan material yang lebih kuat, lantai tanah yang selama ini menjadi alas tidur dan bermain sang buah hati, mulai diratakan dan dicor agar lebih aman dan sehat.
“Penghasilan saya hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari bersama anak,” tutur Nurmala lirih, Kamis, (12/2/2026), dengan mata berkaca-kaca.
Sebagai tenaga honorer di Puskesmas Bulo, penghasilannya jauh dari cukup untuk merenovasi rumahnya menjadi bangunan permanen.
Di sela-sela tugasnya, Nurmala membantu kerabat di kebun demi menambah pemasukan, namun, kebutuhan hidup sebagai orang tua tunggal dengan satu anak berusia enam tahun membuat impian memiliki rumah layak huni terasa begitu jauh.
Selama bertahun-tahun, Nurmala tinggal di rumah sederhana berdinding kayu yang mulai keropos dimakan usia.
Saat musim hujan, air merembes dari sela-sela atap, ketika angin kencang datang, ia dan anaknya hanya bisa berdoa agar rumah kecil itu tetap berdiri.
Kini, melalui program rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dalam TMMD ke-127, harapan itu perlahan menjadi nyata.
Wakil Komandan Satgas TMMD ke-127 Kodim 1402/Polman, Kapten Inf Ahmad Yani, menegaskan, Nurmala termasuk warga yang memenuhi kriteria penerima bantuan.
“Saudari Nurmala memang layak mendapatkan bantuan ini, sebagai orang tua tunggal dengan penghasilan terbatas, tentu sulit baginya membangun rumah permanen. Karena itu kita hadir membantu agar rumahnya lebih layak dihuni,” ujar Kapten Inf Ahmad Yani.

Kapten Inf Ahmad Yani menjelaskan, dalam pelaksanaan TMMD ke-127 ini terdapat lima unit RTLH yang menjadi sasaran tambahan.
Program tersebut merupakan bagian dari kebijakan strategis TNI AD yang menekankan keberadaan TNI harus memberi dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.
TMMD selama ini identik dengan pembangunan jalan desa, jembatan, dan fasilitas umum lainnya.
Namun di Desa Bulo, program ini membuktikan bahwa pembangunan sejati tidak hanya diukur dari panjangnya jalan yang dibuka, tetapi dari jumlah senyum yang kembali merekah.
Rehabilitasi rumah Nurmala menjadi simbol bahwa negara hadir hingga ke sudut-sudut pedesaan.
Proses pembangunan dilakukan secara gotong royong, melibatkan personel TNI bersama masyarakat sekitar.
Setiap hari, prajurit dan warga bahu-membahu mengangkut material, memasang rangka, hingga merapikan dinding.
Suasana kebersamaan itu menghadirkan semangat baru di tengah keterbatasan, anak Nurmala pun kerap terlihat memperhatikan proses pembangunan rumahnya dengan mata berbinar, seolah tak sabar menempati kamar yang lebih layak.
“Alhamdulillah, sekarang rumah kami mulai diperbaiki. Ini seperti mimpi bagi saya dan anak saya,” ucap Nurmala pelan.
TMMD ke-127 di Desa Bulo menjadi bukti nyata kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menghadirkan solusi konkret.
Di tengah tantangan ekonomi dan keterbatasan anggaran, semangat gotong royong kembali menjadi fondasi utama.
Bagi Nurmala, rumah baru ini bukan hanya soal bangunan fisik, rumah dalah simbol ketenangan, rasa aman, dan masa depan yang lebih baik bagi anaknya, dari rumah rapuh yang nyaris roboh, kini berdiri harapan yang lebih kokoh.
Di Desa Bulo, TMMD ke-127 tidak hanya membangun infrastruktur, kegiatan ini membangun kehidupan baru, satu rumah, satu keluarga, satu harapan pada satu waktu. (RED)








