ARCOM-MEDIA Bandung. Gelora kebangkitan nasional kembali digaungkan dari Kota Bandung, Ketua Umum (PKR), Tuntas Subagyo menyerukan momentum besar kebangkitan Indonesia melalui gerakan bertajuk “Make Indonesia Great Again” (MIGA) yang ditargetkan mencapai puncaknya pada 28 Oktober 2026.
Dalam pernyataannya yang penuh semangat di Bandung, Tuntas Subagyo menegaskan, Indonesia tidak boleh lagi sekadar menjadi pengikut dalam percaturan global.
“Inilah saatnya Indonesia bangkit, bukan hanya belajar tapi berinovasi, bukan hanya mengikuti, tapi memimpin,” tegas Tuntas Subagyo di hadapan kader, relawan, dan tokoh masyarakat, Minggu (8/2/2026), di Kota Bandung.
Tanggal 28 Oktober dipilih bukan tanpa makna, momen tersebut bertepatan dengan semangat Sumpah Pemuda, simbol persatuan dan tekad generasi muda Indonesia, melalui MIGA, PKR menggagas sebuah revolusi baru bangsa Indonesia, berlandaskan semangat kolaborasi:
Menurut Tuntas Subagyo, MIGA bukan sekadar slogan politik, Tuntas Subagyo menyebutnya sebagai gerakan peradaban baru yang akan membangun fondasi Indonesia sebagai bangsa unggul dan berdaya saing global.
Salah satu pilar utama MIGA adalah revolusi pendidikan berbasis teknologi. Program ini menargetkan:
– Pemerataan akses pendidikan digital hingga pelosok negeri
– Penguatan kurikulum berbasis AI dan cloud computing
– Pengembangan wirausaha digital sejak usia sekolah
-Pelatihan dan sertifikasi teknologi berskala nasional
MIGA menargetkan mendidik 5 juta ahli teknologi dalam beberapa tahun ke depan. Fokus utamanya adalah menciptakan generasi yang unggul di bidang:
– Artificial Intelligence (AI)
– Cloud Computing
-Cybersecurity
– Startup dan kewirausahaan digital
“Tidak boleh ada anak Indonesia yang tertinggal dalam transformasi digital. Semua harus terhubung, semua harus punya peluang yang sama,” ujar Tuntas Subagyo.

Tak hanya di dalam negeri, MIGA juga membuka pintu diplomasi global berbasis teknologi dan inovasi. Indonesia diharapkan menjadi:
– Pusat kolaborasi teknologi Asia Tenggara
-Hub pertukaran talenta digital dunia
– Mitra strategis dalam pengembangan AI dan transformasi digital global
PKR meyakini, melalui kemitraan internasional, Indonesia bisa mempercepat transfer teknologi dan meningkatkan daya saing generasi muda di panggung dunia, “Indonesia harus menjadi pemain utama, bukan pasar semata,” tegas Tuntas Subagyo.
Gerakan MIGA menempatkan generasi muda sebagai pusat perubahan, dengan pendekatan kolaboratif antara pemerintah, swasta, akademisi, dan komunitas, MIGA ingin melahirkan generasi yang:
– Cerdas secara intelektual
– Tangguh menghadapi tantangan global
– Adaptif terhadap perubahan teknologi
– Berjiwa kepemimpinan dan kewirausahaan
Tuntas Subagyo menekankan, MIGA bukan hanya program lima tahunan, melainkan arah baru pembangunan nasional berbasis inovasi dan karakter bangsa.
Di bawah kepemimpinan Tuntas Subagyo, MIGA diproyeksikan sebagai gerbang Indonesia menuju era kolaborasi global, penguasaan pengetahuan, dan supremasi teknologi.
“Make Indonesia Great Again bukan sekadar gerakan, ini adalah komitmen peradaban. Ini adalah jalan Indonesia menuju bangsa yang kuat, cerdas, dan terhubung dengan dunia,” pungkas Tuntas Subagyo penuh optimisme.
Semangat yang digaungkan dari Bandung itu kini diharapkan menjalar ke seluruh penjuru nusantara, membangkitkan keyakinan bahwa Indonesia mampu berdiri sejajar, bahkan memimpin, dalam percaturan global abad ke-21. (RED)









