ARCOM-MEDIA, Bandung. SMA Negeri 20 Bandung bekerja sama dengan Universitas Padjadjaran (Unpad) didukung Gojek, menggelar kegiatan Sosialisasi Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2026, Sabtu, (24/1/2026), di Aula SMA Negeri 20 Bandung, jalan Citarum No. 23, Kota Bandung,
Sosialisasi ini bertujuan memberikan pemahaman yang komprehensif kepada orang tua dan siswa mengenai mekanisme, strategi, serta peluang masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui jalur Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2026.
Tidak hanya memaparkan teknis pendaftaran, kegiatan ini juga menekankan pentingnya sinergi antara sekolah, orang tua, dan siswa dalam menentukan pilihan program studi dan perguruan tinggi secara tepat.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Sekolah SMA Negeri 20 Bandung, Hj. Enok Nurjanah, M.Pd.I., Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas Hj. Euis Sopiah, S.Pd., Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Pipih Nurhidayanti, M.Pd., Staf Kantor Komunikasi Publik Unpad Atep Rustandi, M.Si., serta ratusan orang tua siswa kelas XII.
Dalam sambutannya, Hj. Enok Nurjanah, M.Pd.I. menyampaikan bahwa dirinya baru menjabat sebagai Kepala Sekolah SMA Negeri 20 Bandung selama kurang lebih dua bulan setengah.
Meski demikian, Kepala Sekolah berharap dapat membangun sinergi yang kuat dengan para orang tua, khususnya dalam mengantarkan siswa kelas XII menuju jenjang pendidikan tinggi.

“Anak-anak kelas XII ini sebentar lagi akan menjadi alumni, mereka sangat membutuhkan dukungan dari orang tua, dan sekolah ingin hadir memberikan informasi dan strategi agar peluang masuk PTN bisa maksimal,” ujar Kepala Sekolah.
Kepala Sekolah juga menyampaikan bahwa SMA Negeri 20 Bandung telah terakreditasi A, dengan kuota siswa eligible SNBP sebesar 40 persen dari masing-masing rumpun, menurutnya, meski sudah masuk kategori eligible, siswa tetap memerlukan strategi yang matang agar dapat lulus seleksi.
“Kami ingin orang tua paham bahwa meskipun sudah eligible, tetap ada strategi, jangan berkecil hati bagi yang belum lolos nanti,” kata Kepala Sekolah.
“Kita undang Unpad karena banyak alumni SMA Negeri 20 Bandung yang berhasil diterima di sana, kita sama-sama berdoa agar anak-anak bisa masuk PTN demi masa depan mereka,” ujar Kepala Sekolah.
Lebih lanjut, Kepala Sekolah menekankan pentingnya komunikasi antara anak dan orang tua dalam menentukan pilihan jurusan dan kampus, Kepala Sekolah mengingatkan agar tidak terjadi benturan kepentingan yang justru merugikan siswa, “Anak dan orang tua harus berdiskusi, strategi harus dibangun bersama, bukan dipaksakan,” pungkasnya.

Sementara itu, Staf Kantor Komunikasi Publik Unpad, Atep Rustandi, M.Si., dalam paparannya memberikan gambaran realistis mengenai peluang dan tantangan masuk PTN, khususnya melalui jalur SNPMB.
Atep Rustandi mengingatkan siswa agar tidak mengabaikan hal-hal teknis, seperti mengunduh kartu pendaftaran, yang kerap menjadi kesalahan sepele namun fatal, “Banyak siswa yang sebenarnya berpeluang lulus, tetapi gagal karena hal teknis seperti tidak mengunduh kartu pendaftaran,” ungkapnya.
Atep Rustandi menjelaskan, setiap program studi memiliki standar nilai yang berbeda, untuk program studi kedokteran, misalnya, nilai Biologi dan Kimia harus benar-benar kuat, menurutnya, kesalahan umum yang sering terjadi adalah penumpukan pendaftar pada satu kampus favorit tanpa mempertimbangkan kekuatan nilai.
“Kalau ingin kedokteran, jangan hanya menumpuk di Unpad, sebaiknya menyebar ke kampus di seluruh Indonesia, orang tua dan anak jangan egois., pilih yang sesuai dengan nilai,” tegas Atep Rustandi.
Atep Rustandi juga mengingatkan agar orang tua tidak mengintervensi secara berlebihan dalam menentukan pilihan anak, ia menekankan pentingnya konsultasi dengan guru Bimbingan Konseling (BK) di sekolah.
“Jangan orang tua mengintervensi guru BK, konsultasi itu penting agar pilihan prodi dan kampus sesuai dengan kemampuan anak,” ujar Atep Rustandi.

Menurut Atep Rustandi, banyak siswa eligible yang sebetulnya layak lulus, namun gagal karena salah memilih kampus dan lebih mengedepankan minat dibandingkan bakat dan kemampuan akademik.
Atep Rustandi juga menyarankan siswa mengikuti try out minimal tiga kali agar terbiasa dengan pola soal, termasuk menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang nilainya sangat berpengaruh.
“Nilai anak itulah yang mengarahkan ke kampus, segera konsultasi dengan guru BK, dan jangan hanya ikut satu kali try out, karena latihan itu penting,” ujar Atep Rustandi.

Pada kesempatan tersebut, pihak sekolah juga memaparkan syarat pendaftaran SNPMB 2026 antara lain siswa kelas terakhir SMA/SMK/MA tahun 2026 yang berprestasi, memiliki NISN dan terdaftar di PDSS, nilai rapor yang telah diisikan di PDSS, nilai TKA, serta memenuhi persyaratan PTN tujuan.
Selain itu, dijelaskan pula ketentuan pemilihan program studi SNBP 2026, di mana setiap siswa eligible dapat memilih maksimal dua program studi, baik di satu maupun dua PTN, dengan ketentuan tertentu terkait domisili provinsi.
Adapun jadwal SNBP 2026 telah ditetapkan, mulai dari pengumuman kuota sekolah pada 29 Desember 2025 hingga pengumuman hasil SNBP pada 31 Maret 2026.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, SMA Negeri 20 Bandung berharap para orang tua dan siswa memiliki pemahaman yang utuh, realistis, dan strategis dalam menghadapi SNPMB 2026, sehingga peluang siswa untuk melanjutkan pendidikan ke PTN dapat semakin terbuka lebar. (RED)








