• Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Pasang Iklan
  • Kontak Kami
  • Login
Arcom Media
Advertisement
  • Home
  • TNI
  • Polri
  • Pariwisata
  • Hotel
  • Pemerintahan
  • DPRD
  • Hukum
  • Olahraga
  • Pendidikan
No Result
View All Result
  • Home
  • TNI
  • Polri
  • Pariwisata
  • Hotel
  • Pemerintahan
  • DPRD
  • Hukum
  • Olahraga
  • Pendidikan
No Result
View All Result
Arcom Media
No Result
View All Result
Home Hukum

Bandung Heritage Gugat Proyek Penataan Gedung Sate: KDM Tidak Jujur dan Tidak Transparan

April 23, 2026
in Hukum, Pemerintahan, Peristiwa
0
0
SHARES
0
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

ARCOM-MEDIA, Bandung. Proyek penataan kawasan Gedung Sate dan Gasibu kembali disorot tajam, kali ini, kritik datang tanpa tedeng aling-aling dari kalangan pelestari budaya yang menilai proyek yang di gagas Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau biasa di sapa KDM atau “Bapa Raja” di circlenya tersebut bukan sekadar bermasalah secara teknis, tetapi juga sarat cacat dalam transparansi dan arah kebijakan.

Bandung Heritage secara terbuka menuding proyek yang di gagas KDM atau Bapa Raja tersebut berjalan dengan cara yang “tidak jujur dan tidak transparan”, bahkan mendesak agar pengerjaan dihentikan sebelum kerusakan yang lebih besar terjadi pada kawasan cagar budaya nasional itu.

Ketua Bandung Heritage Aji Bimarsono menegaskan, pembangunan plaza di depan gedung ikonik tersebut telah melampaui batas kewajaran penataan ruang, Aji Bimarsono menyebut ada indikasi kuat perubahan konsep yang mengabaikan desain historis kawasan Gedung Sate.

“Ini bukan lagi sekadar penataan. Ini pergeseran serius yang berpotensi merusak keaslian kawasan,” tegas Aji, di acara Diskusi Rencana Pembangunan Plaza Gedung Sate Ditinjau dari sisi Arsitektur, Budaya, dan Landscape, Kamis, (23/4/2026), di Gedung Indonesia Menggugat (GIM), Jalan Perintis Kemerdekaan No.5, Kota Bandung.

Menurut Aji, sejak awal kawasan Gedung Sate dirancang dengan poros monumental barat–timur yang tegas, khususnya melalui koridor Jalan Diponegoro, namun intervensi pembangunan saat ini justru dinilai memutus struktur ruang tersebut.

“Begitu akses itu ditutup atau diubah, otomatis porosnya terputus, ini bukan sekadar perubahan kecil, ini merusak logika ruang yang sudah dirancang sejak awal,” tegas Aji.

Lebih jauh, Aji menilai persoalan ini menyentuh aspek fundamental pelestarian, yakni autentisitas, Aji mengingatkan bahwa status cagar budaya nasional bukan label kosong, melainkan komitmen untuk menjaga keaslian.

“Kalau nilai keaslian itu dikurangi, maka kita sedang menggerus makna sejarahnya sendiri,” kata Aji.

Namun kritik paling keras diarahkan pada proses kebijakan yang dinilai tertutup, minimnya akses informasi publik serta absennya diskusi terbuka dengan ahli dinilai sebagai indikasi kuat adanya pengambilan keputusan yang tidak akuntabel.

Bandung Heritage mempertanyakan peran ahli sejarah yang seharusnya menjadi garda depan dalam setiap intervensi di kawasan bersejarah, dalam praktiknya, pelibatan mereka diduga hanya formalitas.

“Kalau hanya dilibatkan di atas kertas, itu bukan pelestarian, itu pembenaran administratif,” ujar Aji.

Selain itu, konsep plaza yang diusung juga tak luput dari kritik, alih-alih memperkuat nilai sejarah, proyek ini dinilai terlalu mengejar estetika visual modern yang dangkal, kawasan bersejarah berisiko direduksi menjadi sekadar latar foto tanpa narasi.

“Ada kecenderungan menjadikan ini ‘instagramable’, tapi miskin makna, orang datang, foto, lalu pulang tanpa tahu sejarahnya,” ujar Aji.

Aji juga menyinggung bentuk komersialisasi terselubung yang tidak selalu berupa tiket masuk, melainkan eksploitasi visual demi kepentingan jangka pendek.

“Kalau orientasinya hanya visual dan daya tarik sesaat, itu sama saja menjual sejarah secara murah,” kata Aji.

Di tengah polemik ini, Bandung Heritage menegaskan tiga tuntutan utama: transparansi penuh dalam proses, akuntabilitas kebijakan, dan penghormatan mutlak terhadap keaslian kawasan.

“Jangan sampai pembangunan ini jadi contoh buruk, bagaimana warisan sejarah dikorbankan atas nama penataan,” pungkas Aji.

Polemik penataan kini melampaui soal desain plaza Gedung Sate, ini menjadi ujian serius bagi arah kebijakan Pemerintah Kota Bandung dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, menjaga sejarah dengan integritas, atau mengubahnya secara perlahan di balik jargon pembangunan.

Bandung Heritage pun mendukung apabila masyarakat melakukan Class Action maupun Petisi terhadap KDM guna menolak penataan, penyatuan Gedung Sate dan Gasibu (RED)

Previous Post

Transformasi Besar Dharma Nugraha Hospital, Layanan Lebih Modern, Nyaman, dan Berbasis Pasien

Next Post

LSM Pemuda Desak Kejati Jabar Usut Proyek Rumah Dinas Wali Kota Cimahi, Soroti Potensi Pemborosan dan Dugaan KKN

Related Posts

EIGER Nature Siapkan Program Konservasi, Keuntungan Tiket untuk 1 Juta Pohon
Peristiwa

EIGER Nature Siapkan Program Konservasi, Keuntungan Tiket untuk 1 Juta Pohon

by arcom
September 16, 2026
BNNP Jabar Lawan Narkoba Lewat Budaya Sunda, Kawih Sinom Jadi Media Edukasi Generasi Muda
Liputan Kota Bandung

BNNP Jabar Lawan Narkoba Lewat Budaya Sunda, Kawih Sinom Jadi Media Edukasi Generasi Muda

by arcom
September 14, 2026
Dankodiklatad Main Basket Bersama Panglima TNI, Kobarkan Semangat Sportivitas dan Prestasi
Olahraga

Dankodiklatad Main Basket Bersama Panglima TNI, Kobarkan Semangat Sportivitas dan Prestasi

by arcom
September 13, 2026
CEO EIGER Ronny Lukito Dianugerahi Kujang oleh Kawargian Abah Alam
Pariwisata

CEO EIGER Ronny Lukito Dianugerahi Kujang oleh Kawargian Abah Alam

by arcom
September 10, 2026
Peristiwa

Ekonomi Tumbuh 5 Persen, Presiden IIBF Soroti Daya Beli Tak Merata dan Tekanan UMKM

by arcom
Agustus 20, 2026
Next Post

LSM Pemuda Desak Kejati Jabar Usut Proyek Rumah Dinas Wali Kota Cimahi, Soroti Potensi Pemborosan dan Dugaan KKN

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

LSM Pemuda Desak Kejati Jabar Usut Proyek Rumah Dinas Wali Kota Cimahi, Soroti Potensi Pemborosan dan Dugaan KKN

April 24, 2026
Team Garuda 08 Prabowo-Gibran Bentuk Relawan Hingga Pelosok Negeri

Team Garuda 08 Prabowo-Gibran Bentuk Relawan Hingga Pelosok Negeri

November 8, 2023

IFI Bandung Gelar Closing Night of Festival Sinema Prancis 2025

Desember 2, 2025

Kategori

  • DPRD
  • Hotel
  • Hukum
  • Jurnalis Bela Negara
  • Kesehatan
  • Konser Musik
  • Kuliner
  • Liputan Kota Bandung
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pariwisata
  • Partai Politik
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perbankan
  • Peristiwa
  • Polri
  • Produk
  • Properti
  • Teknologi
  • TNI
  • Uncategorized
Arcom Media

PT Arcom Media Bela Negara
Menayangkan berita terkini dan anti hoax

Categories

  • DPRD
  • Hotel
  • Hukum
  • Jurnalis Bela Negara
  • Kesehatan
  • Konser Musik
  • Kuliner
  • Liputan Kota Bandung
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pariwisata
  • Partai Politik
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perbankan
  • Peristiwa
  • Polri
  • Produk
  • Properti
  • Teknologi
  • TNI
  • Uncategorized

Informasi

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Syarat Penggunaan
  • Pedoman Media Siber
  • Pasang Iklan
  • Kontak Kami

Recent Posts

  • EIGER Nature Siapkan Program Konservasi, Keuntungan Tiket untuk 1 Juta Pohon
  • BNNP Jabar Lawan Narkoba Lewat Budaya Sunda, Kawih Sinom Jadi Media Edukasi Generasi Muda
  • Dankodiklatad Main Basket Bersama Panglima TNI, Kobarkan Semangat Sportivitas dan Prestasi

© 2023 arcom-media.com - Developed by Tokoweb.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Login
  • Home
  • TNI
  • Polri
  • Pariwisata
  • Hotel
  • Pemerintahan
  • DPRD
  • Hukum
  • Olahraga
  • Pendidikan
Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?