ARCOM-MEDIA, Kabupaten Bogor. EIGER Nature yang berlokasi di Jalan Lembah Nendeut, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, segera memasuki tahap Soft Opening di tahun 2026.
Destinasi ekowisata ini membawa konsep baru yang memadukan petualangan, konservasi, budaya, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat.
Salah satu komitmen keberlanjutan yang disiapkan EIGER Nature adalah pemanfaatan sebagian keuntungan dari penjualan tiket untuk mendukung penanaman dan perawatan hingga 1 juta pohon, program tersebut ditargetkan terus berkembang seiring dengan operasional kawasan.
Head of Conservation and Sustainability EIGER, Een Irawan Putra, saat mendampingi Direktur EIGER Nature Imanuel Wirajaya, mengungkapkan hal tersebut saat bertemu awak media di EIGER Nature, Rabu (16/9/2026).
Menurut Een, komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya EIGER untuk memastikan aktivitas wisata memberikan dampak positif terhadap lingkungan.
“Keuntungan dari setiap tiket nantinya akan digunakan untuk penanaman dan perawatan pohon, targetnya mencapai satu juta pohon dan akan terus bertambah,” ujar Een.
Selain aspek lingkungan, kehadiran EIGER Nature juga diarahkan untuk memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat di sekitar kawasan.
Een mengatakan, masyarakat lokal akan mendapatkan peluang untuk terlibat dalam berbagai aktivitas yang berkaitan dengan operasional dan pengembangan destinasi, “Ketika EIGER Nature dibuka, kami berharap dapat membantu perekonomian masyarakat sekitar,” ujarnya.
Dukungan terhadap kawasan juga terlihat dari pembenahan akses menuju lokasi, jalan menuju EIGER Nature disebut telah diperbaiki sehingga lebih nyaman dilalui.
Selain itu, fasilitas hunian bagi sejumlah pekerja juga disiapkan sebagai bagian dari dukungan terhadap sumber daya manusia yang terlibat dalam pengembangan kawasan.
Dari sisi ketenagakerjaan, EIGER Nature diproyeksikan menjadi salah satu penggerak ekonomi baru di kawasan Megamendung.
Saat ini sekitar 530 orang telah terlibat dalam proses pengembangan kawasan, menjelang Soft Opening, jumlah tersebut diperkirakan bertambah sekitar 585 pekerja, sehingga total tenaga kerja mencapai sekitar 1.100 orang.
Kebutuhan tenaga kerja diperkirakan kembali meningkat pada Desember 2026 dengan tambahan sekitar 200–300 pekerja.
Sementara pengoperasian sejumlah wahana atraksi yang direncanakan pada kuartal II 2027 diproyeksikan membutuhkan tambahan sekitar 80–120 tenaga kerja.
Dengan demikian, kebutuhan tenaga kerja EIGER Nature berpotensi mencapai sekitar 1.200 orang seiring berkembangnya operasional destinasi.

EIGER Nature dipastikan menjadi kawasan ekowisata yang mengintegrasikan alam, budaya, masyarakat, dan pengalaman wisata.
Konsep yang diusung berangkat dari pendekatan 3E Ekowisata, yakni Ekologi, Etnologi, dan Ekonomi, yang kemudian dikembangkan melalui kerangka 7E, meliputi Ekologi, Etnologi, Ekonomi, Edukasi, Estetika, Etika, dan Entertainment.
Melalui konsep tersebut, EIGER Nature berupaya memadukan konservasi alam dengan pengalaman wisata sekaligus membuka ruang bagi edukasi, pelestarian budaya, dan aktivitas ekonomi masyarakat.
EIGER Nature merupakan bagian dari perjalanan panjang EIGER untuk terus belajar dari alam, budaya, dan manusia.
Perubahan ini bukan sekadar tentang nama, tetapi tentang komitmen EIGER untuk membangun ekowisata yang dapat menjadi berkat bagi pengunjung, alam, budaya, dan masyarakat.
Komitmen terhadap lingkungan juga telah diwujudkan melalui berbagai program di kawasan EIGER Nature.
EIGER menyebut telah melakukan penanaman lebih dari 120.000 pohon, ditambah sekitar 8 juta semak dan tanaman penutup tanah.
Program tersebut disertai upaya pemulihan lahan, penataan keanekaragaman hayati, pengelolaan air dan hidrologi, serta penerapan sistem pengelolaan sampah.
Ke depan, program penanaman dan perawatan pohon tersebut ditargetkan berkembang hingga mencapai 1 juta pohon, dengan pembiayaan yang salah satunya bersumber dari keuntungan penjualan tiket.
Dari sisi pengalaman wisata, EIGER Nature menyiapkan sejumlah aktivitas berbasis alam, salah satu fasilitas yang menjadi daya tarik adalah Suspension Bridge atau jembatan gantung sepanjang 530 meter.
Selain itu, pengunjung nantinya dapat menikmati berbagai aktivitas seperti Tree House & Net Adventure, Cultural Walk, Nature Walk, Forest Adventure, hingga Forest Camp.
EIGER Nature juga mengintegrasikan teknologi dalam pengalaman pengunjung melalui sistem paperless, aplikasi, wristband, sistem akses, serta EIGER Coins. Integrasi tersebut dirancang untuk membuat perjalanan pengunjung lebih praktis dan nyaman.
Mengusung semangat “The Place of Meaningful Adventure”, EIGER Nature dijadwalkan membuka akses bagi publik pada September 2026.
Kehadiran destinasi ini diharapkan tidak hanya menghadirkan alternatif wisata alam di Kabupaten Bogor, tetapi juga membangun ekosistem yang menghubungkan konservasi lingkungan, pengalaman wisata, pelestarian budaya, edukasi, serta peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar. (RED)








