ARCOM-MEDIA Bandung. Suasana hangat penuh kebersamaan menyelimuti Lapangan Badminton RW 07, Kelurahan Antapani Kidul, Kecamatan Antapani, Kota Bandung, saat Keluarga Besar RW 07 menggelar kegiatan Halal Bihalal 1447 Hijriah, Minggu, (12/4/2026).
Mengusung tema “Menata Hati, Menjaga Silaturahmi”, acara ini menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan sosial antarwarga sekaligus memperkuat komitmen membangun lingkungan yang bersih, sehat, dan harmonis.
Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Kepala Satpol PP Kota Bandung Drs. H. Bambang Sukardi, M.Si., Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial (Kasi Kesos) Kecamatan Antapani Fitri Nanda Yulistia, S.STP., M.A.P., Lurah Antapani Kidul Dedi Juardi, S.IP., Ketua LPM Antapani Kidul Warto, Ketua MUI Kelurahan Antapani Kidul Ustadz Dr. Imam Asrofi, M.Pd.I., M.M.Pd., Ketua RT 002 Fahrudin, serta Ketua RW 07 Ir. H. Husin.
Dalam sambutannya, Ketua RW 07 Ir. H. Husin menegaskan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan di tengah berbagai tantangan yang semakin kompleks di tahun 2026.
Ketua RW 07 mengapresiasi kekompakan warga yang selama ini telah terjalin dengan baik melalui berbagai kegiatan sosial dan lingkungan.
“Silaturahmi di RW 07 sudah berjalan dengan baik, namun tantangan ke depan jauh lebih besar, kita harus terus mendukung program pemerintah Kota Bandung, mulai dari pengelolaan sampah, kebersihan lingkungan, hingga perbaikan drainase,” ujar Ketua RW 07.
Ketua RW 07 menekankan bahwa masih banyak persoalan yang dihadapi Kota Bandung, sehingga diperlukan peran aktif masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan kondusif, menurutnya, RW 07 harus menjadi contoh kawasan yang nyaman untuk ditinggali, demi masa depan generasi berikutnya.
“Dengan lingkungan yang bersih dan tertata, kita bisa hidup lebih nyaman dan anak-anak kita dapat menjalani masa depan yang lebih baik, semoga kegiatan ini membawa keberkahan bagi kita semua,” ujar Ketua RW 07.
Sementara itu, Lurah Antapani Kidul Dedi Juardi mengapresiasi kehadiran para pejabat yang juga merupakan bagian dari warga RW 07, Dedi Juardi menilai hal ini menjadi bukti kuatnya keterikatan emosional antara aparatur pemerintah dan masyarakat.
Dedi Juardi juga mengingatkan pentingnya tertib administrasi kependudukan, termasuk rencana penggantian kartu keluarga dari cap basah menjadi sistem barcode sebagai bagian dari digitalisasi layanan publik.
“Selain itu, kita juga masih menghadapi persoalan serius seperti stunting, saat ini tercatat ada 77 kasus stunting di 19 RW di Kota Bandung, ini menjadi perhatian bersama yang harus kita tangani secara serius,” ungkap Dedi Juardi.
Dedi Juardi menambahkan, pada tahun 2026 para Ketua RW diharapkan aktif berdiskusi dengan perencana pembangunan terkait infrastruktur wilayah.
Dedi Juardi juga menyampaikan bahwa RW 07 diproyeksikan menjadi RW utama dalam program “Prakarsa 2027”, yang akan dipantau langsung oleh Wali Kota Bandung.
“RW 07 akan menjadi percontohan, termasuk dalam sistem pemilihan berbasis aplikasi. Selain itu, kawasan ini juga telah ditetapkan sebagai Kawasan Bebas Sampah, dan kita berharap status ini dapat terus dipertahankan,” ujar Dedi Juardi.
Di sisi lain, Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial Kecamatan Antapani, Fitri Nanda Yulistia, menyoroti isu sosial yang tengah menjadi perhatian, salah satunya fenomena penelantaran lansia yang terjadi di wilayah perkotaan.
“Dalam dua hari terakhir, kami menangani kasus penelantaran lansia di perumahan elit, kami berharap hal seperti ini tidak terjadi di RW 07, lansia adalah tanggung jawab keluarga, namun jika sudah tidak ada yang merawat, pemerintah siap hadir,” tegas Fitri Nanda Yulistia.
Fitri juga menyoroti pentingnya perhatian terhadap pola konsumsi remaja sebagai upaya pencegahan stunting, Fitri mengingatkan bahwa kebiasaan mengonsumsi makanan cepat saji yang rendah gizi dapat berdampak jangka panjang, terutama bagi remaja putri.
“Kurangnya asupan zat besi, kalsium, dan protein dapat berpengaruh pada kesehatan reproduksi, jika tidak diperhatikan, hal ini berpotensi menyebabkan stunting pada generasi berikutnya,” tegas Fitri.
Fitri pun mengajak para orang tua untuk lebih aktif mengawasi pola makan anak-anak mereka, demi menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas.
Kegiatan Halal Bihalal ini tidak hanya menjadi ajang saling memaafkan pasca Hari Raya Idulfitri, tetapi juga ruang dialog antara masyarakat dan pemerintah.
Semangat kebersamaan yang tercermin dalam kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat solidaritas sosial sekaligus mendorong partisipasi aktif warga dalam pembangunan lingkungan.
Dengan kolaborasi yang kuat antara warga dan pemerintah, RW 07 Antapani Kidul optimistis dapat menjadi kawasan percontohan yang tidak hanya bersih dan tertata, tetapi juga memiliki ketahanan sosial yang kokoh dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan. (RED)







