ARCOM-MEDIA, Bandung. Panglima Kodam (Pangdam) III/Siliwangi, Mayjen TNI Kosasih, S.E., menghadiri secara langsung acara Pelantikan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Persatuan Pencak Silat Indonesia (PPSI) Provinsi Jawa Barat yang digelar di Gedung Pusat Kebudayaan, Jalan Naripan, Kota Bandung, Sabtu, (17/1/2026).
Kehadiran Pangdam III/Siliwangi menjadi bentuk dukungan nyata TNI terhadap pelestarian, pembinaan, dan pengembangan pencak silat sebagai warisan budaya bangsa sekaligus cabang olahraga berprestasi.
Acara pelantikan berlangsung khidmat dan penuh nuansa kebudayaan, sejumlah tokoh penting turut hadir, di antaranya Danpusenif dan Wadan Pusenif, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Jawa Barat, Kabag RBI Birorena Polda Jabar, perwakilan Kesbangpol Jawa Barat, Ketua DPRD Jawa Barat, Komisaris Persib Bandung, Ketua KONI Jawa Barat, Ketua KORMI, Ketua DPP PPSI, Dewan Lembaga Komisi Disiplin Jawa Barat, serta Ketua Umum Paguyuban Pasundan.
Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut mencerminkan kuatnya sinergi lintas sektor dalam memajukan dunia pencak silat di Jawa Barat.
Dalam sambutannya, Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih menyampaikan rasa syukur ke hadirat Allah SWT karena seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana dengan lancar dan tertib.

Pangdam berharap, dengan dilantiknya kepengurusan DPW PPSI Jawa Barat yang baru, organisasi pencak silat di Tanah Pasundan dapat semakin solid, profesional, dan mampu melahirkan prestasi yang membanggakan.
“Sejatinya sebuah organisasi adalah bagaimana kita membawa organisasi tersebut untuk memberikan kemaslahatan, tidak hanya bagi anggotanya, tetapi juga bagi masyarakat luas di wilayahnya, saya berharap, dengan kepengurusan yang baru ini, PPSI Jawa Barat mampu memberikan kontribusi yang positif dan nyata,” ujar Pangdam.
Lebih lanjut, Pangdam III/Siliwangi menekankan bahwa pencak silat bukan semata-mata olahraga bela diri yang mengandalkan kekuatan fisik dan teknik bertarung. Pencak silat, menurutnya, sarat dengan nilai-nilai luhur yang membentuk karakter, moral, dan spiritual para pesilat. Nilai budaya dan kearifan lokal yang terkandung di dalamnya menjadi fondasi penting dalam membangun jati diri bangsa.
“Di dalam pencak silat ada nilai-nilai luhur. Ada silat dan ada salat, salat adalah ibadah kita, hidup dan mati kita hanya untuk Allah SWT, mudah-mudahan kita semua selalu diberi keimanan dan ketakwaan, serta kelak dikumpulkan kembali di surga-Nya,” tutur Pangdam dengan penuh makna.
Pada kesempatan tersebut, Pangdam juga menyampaikan dukungan penuh terhadap pembinaan atlet pencak silat, khususnya atlet-atlet muda yang memiliki potensi dan prestasi.

Pangdam menekankan pentingnya sistem pembinaan yang berkelanjutan, terarah, serta didukung dengan fasilitas dan sarana prasarana yang memadai agar para atlet dapat berkembang secara optimal.
Menurut Pangdam, dengan pembinaan yang baik, atlet pencak silat Jawa Barat tidak hanya mampu berprestasi di tingkat daerah dan nasional, tetapi juga dapat mengharumkan nama bangsa Indonesia di ajang internasional.
Sinergi antara organisasi pencak silat, pemerintah daerah, aparat keamanan, dan seluruh elemen masyarakat dinilai menjadi kunci utama dalam mencetak atlet-atlet unggulan berkelas dunia.
Sementara itu, pelantikan pengurus DPW PPSI Provinsi Jawa Barat menandai dimulainya babak baru dalam perjalanan organisasi pencak silat di wilayah Jabar.
Kepengurusan yang baru diharapkan mampu membawa semangat persatuan, meningkatkan kualitas pembinaan, serta menjaga marwah pencak silat sebagai warisan budaya tak benda yang harus dilestarikan.
Acara pelantikan ditutup dengan doa bersama sebagai wujud harapan agar seluruh pengurus yang baru dilantik dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan dedikasi.
Dengan kepengurusan yang solid serta dukungan dari berbagai pihak, PPSI Jawa Barat optimistis mampu melangkah lebih maju dan berperan aktif dalam memajukan pencak silat, baik sebagai olahraga prestasi maupun sebagai identitas budaya bangsa. (RED)








