ARCOM-MEDIA, Jakarta. Musyawarah Luar Biasa (Munaslub) Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas Republik Indonesia (IKAL Lemhannas RI) secara aklamasi menetapkan Prof.,Ir. Purnomo Yusgiantoro, M.Sc., M.A., Ph.D., sebagai Ketua Umum untuk periode 2026–2031.
Penetapan tersebut berlangsung dalam forum Munaslub yang digelar di Gedung Dwi Warna Lemhannas RI, Jakarta Pusat, Sabtu, (11/4/2026), dengan dihadiri sekitar 150 peserta dari unsur pengurus pusat, daerah, angkatan, serta dewan penasehat dan pembina.
Munaslub IKAL Lemhannas tahun ini mengusung tema, “Memperteguh Soliditas dan Integritas IKAL Lemhannas untuk Ikut Serta Mengamalkan Asta Cita”.
Agenda strategis tersebut dibuka secara resmi oleh Gubernur Lemhannas RI, Dr. TB.,H.,Ace Hasan Syadzily, M.Si., yang menekankan pentingnya forum ini sebagai momentum konsolidasi organisasi.
Dalam amanatnya, Gubernur Lemhanas menyampaikan, Munaslub bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan ruang strategis untuk memperkuat soliditas dan arah gerak IKAL Lemhannas ke depan.
Gubernur Lemhanas menilai, pemilihan Ketua Umum baru harus mampu menjawab tantangan kebangsaan sekaligus menyatukan berbagai perbedaan yang pernah muncul di internal organisasi.
“Munaslub ini menjadi bagian penting dalam upaya mengembalikan marwah organisasi, kita berharap forum ini melahirkan kepemimpinan yang mampu membawa IKAL Lemhannas menjadi lebih solid, berintegritas, dan berkontribusi nyata bagi bangsa,” ujar Gubernur Lemhanas.
Terpilihnya Purnomo Yusgiantoro secara aklamasi mencerminkan kuatnya dukungan dari seluruh elemen alumni.
Sosoknya dikenal luas sebagai akademisi dan birokrat senior dengan pengalaman panjang dalam pemerintahan lintas era, mulai dari masa hingga pemerintahan .
Sebagai Guru Besar di bidang ekonomi energi dan sumber daya alam, Purnomo memiliki rekam jejak akademik yang kuat serta kontribusi signifikan dalam kebijakan strategis nasional.
Purnomo Yusgiantoro juga pernah mengabdi di berbagai posisi penting di pemerintahan, menjadikannya figur yang memiliki kombinasi antara kapasitas intelektual dan pengalaman praktis.
Dalam sambutannya, Purnomo Yusgiantoro menegaskan, IKAL Lemhannas harus menjadi kekuatan intelektual dan moral yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan nasional.
Purnomo Yusgiantoro menyoroti pentingnya peran alumni Lemhannas sebagai kader terbaik bangsa yang memiliki beragam disiplin ilmu dan pengalaman strategis.

“Alumni Lemhannas memiliki tanggung jawab besar untuk mendukung program-program pemerintah agar dapat berjalan optimal dan dirasakan langsung oleh masyarakat hingga ke pelosok daerah,” ujar Purnomo Yusgiantoro.
Lebih lanjut, Purnomo Yusgiantoro menyatakan komitmennya untuk mendorong lahirnya gagasan-gagasan strategis berbasis pendekatan interdisipliner.
Konsep-konsep tersebut, menurut Purnomo Yusgiantoro akan dirumuskan secara komprehensif dan disampaikan kepada pemerintah sebagai rekomendasi kebijakan yang konstruktif.
Purnomo Yusgiantoro menegaskan, arah kepemimpinannya akan selaras dengan visi Asta Cita, sebagai bagian dari upaya memperkuat pembangunan nasional yang berkelanjutan dan inklusif.
Di sela kegiatan Munaslub, Ketua Tim 9 Pemenangan, Dr. Ir. H.M. Amran Aminullah, SP., MM., menyampaikan, keberhasilan ini merupakan kemenangan seluruh keluarga besar alumni Lemhannas RI.
Amran Aminullah menilai, dukungan yang solid dari berbagai daerah menjadi bukti kuatnya rasa memiliki terhadap organisasi.
“Ini bukan sekadar kemenangan individu, tetapi kemenangan seluruh alumni Lemhannas yang ingin mengembalikan marwah organisasi sebagai institusi yang prestisius dan dihormati,” ujar Amran Aminullah.
Amran Aminullah juga mengapresiasi kerja keras seluruh tim dan dukungan dari Dewan Pengurus Daerah serta Pengurus Angkatan di seluruh Indonesia.
Amran Aminullah mengajak seluruh elemen IKAL Lemhannas untuk bersatu dan bersama-sama mengawal program kerja ketua umum terpilih.
Munaslub 2026 menjadi titik penting bagi IKAL Lemhannas untuk melakukan reposisi dan penguatan peran di tengah dinamika kebangsaan yang semakin kompleks.
Dengan kepemimpinan baru di bawah Purnomo Yusgiantoro, organisasi ini diharapkan mampu tampil sebagai mitra strategis pemerintah dalam merumuskan kebijakan berbasis wawasan kebangsaan.
Soliditas, integritas, dan kontribusi nyata menjadi tiga pilar utama yang diusung dalam kepemimpinan periode 2026–2031.
Para alumni Lemhannas diharapkan tidak hanya menjadi pengamat, tetapi juga pelaku aktif dalam pembangunan nasional.
Dengan semangat kebersamaan yang kembali terbangun, IKAL Lemhannas kini memasuki babak baru, menjadi organisasi yang tidak hanya kuat secara internal, tetapi juga relevan dan berdampak luas bagi masyarakat Indonesia. (RED)









