ARCOM-MEDIA, Jakarta. Linktown kembali menorehkan prestasi gemilang dengan memborong sejumlah penghargaan bergengsi dalam ajang Summarecon Awards 2026 bertajuk “Property Night Fever” yang digelar Jumat, 13 Februari 2026, di Jakarta.
Capaian ini menjadi bukti nyata konsistensi performa, kekuatan strategi penjualan, serta soliditas tim dalam memasarkan proyek-proyek unggulan.
Dalam ajang tahunan yang mempertemukan agen dan mitra terbaik Summarecon tersebut, Linktown berhasil meraih sejumlah predikat prestisius, yakni:
– Top 1 – Best of the Best Agent Properti Summarecon
– Top 1 – Summarecon Crown Gading
– Top 3 – Summarecon Bekasi
– Top 3 – Summarecon Bandung
Raihan ini semakin istimewa karena berhasil dipertahankan selama dua tahun berturut-turut pada periode 2024–2025, mempertegas posisi Linktown sebagai salah satu broker properti terdepan sekaligus mitra strategis terpercaya bagi Summarecon.
Co-Founder Linktown, Swandy Sutanto, menjelaskan, penghargaan tersebut diraih berkat pencapaian Best on Value, yakni kontribusi penjualan dengan nilai transaksi terbaik dan konsisten sepanjang periode penilaian.
“Prestasi ini mencerminkan kekuatan strategi penjualan, kualitas tim agen, serta efektivitas pendekatan pemasaran yang kami jalankan dalam memasarkan berbagai proyek Summarecon,” ujar Swandy Sutanto.
Menurut Swandy Sutanto, capaian dua tahun berturut-turut bukan sekadar simbol keberhasilan, melainkan cerminan komitmen jangka panjang.
“Penghargaan ini adalah bukti konsistensi dan komitmen tim Linktown dalam memberikan hasil terbaik bagi developer dan konsumen. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus bertumbuh dan berinovasi,” kata Swandy Sutanto.
Sementara itu, Co-Founder Linktown lainnya, Abel Kurniajaya, menyoroti perubahan besar yang terjadi dalam industri brokerage properti Indonesia dalam lima tahun terakhir.
Dari sisi perilaku konsumen, terjadi pergeseran signifikan, konsumen kini semakin rasional dan berbasis data, mereka melakukan riset mandiri secara online sebelum menghubungi agen.
Sensitivitas terhadap harga masih tinggi, namun kini dibarengi dengan perhatian terhadap nilai jangka panjang seperti potensi capital gain, akses infrastruktur, hingga reputasi developer.

“Pendekatan konsultatif semakin diminati dibandingkan metode hard selling, agen dituntut mampu menjadi advisor, bukan sekadar penjual,” ujar Abel Kurniajaya.
Di sisi pemasaran, digitalisasi menjadi keniscayaan, optimalisasi media sosial, marketplace properti, performance ads, serta pemanfaatan database dan CRM kini menjadi tulang punggung strategi pemasaran, event offline tetap relevan, namun terintegrasi dengan kampanye digital untuk memperluas jangkauan pasar.
Persaingan pun semakin ketat dengan hadirnya agen independen dan agency berbasis teknologi, diferensiasi tidak lagi sekadar pada listing, tetapi pada kualitas layanan, kecepatan respons, serta kapabilitas closing.
“Pemanfaatan teknologi seperti CRM, dashboard digital, virtual tour, hingga data analytics kini menjadi standar baru dalam meningkatkan produktivitas dan transparansi,” ujar Abel.
Ke depan, industri brokerage diprediksi akan semakin data-driven, mengedepankan transparansi dan kecepatan layanan, serta mengarah pada model kemitraan jangka panjang dengan developer.
Melihat tren tersebut, Linktown telah menyiapkan sejumlah langkah strategis, antara lain:
– Memperkuat ekosistem teknologi internal, termasuk CRM, data analytics, dan sistem monitoring performa agen.
– Meningkatkan kualitas training serta sertifikasi agen secara berkelanjutan.
– Fokus pada kolaborasi strategis dengan developer nasional maupun regional.
– Mengembangkan pendekatan pemasaran terintegrasi antara kanal offline dan online.
Langkah-langkah tersebut dirancang untuk memastikan Linktown tetap relevan dan kompetitif di tengah dinamika industri.
Didirikan pada 2 Februari 2020, Linktown tergolong pemain baru dalam industri broker properti nasional, namun dalam waktu relatif singkat, perusahaan ini mampu menjelma menjadi salah satu brand terkemuka berkat sederet prestasi dan penghargaan yang diraih.
Co-Founder Linktown, Deryan Nataniel, mengungkapkan bahwa kesuksesan tersebut tidak terlepas dari strategi yang terstruktur dan disiplin eksekusi.
Beberapa strategi utama yang menjadi fondasi pertumbuhan Linktown antara lain:
– Fokus pada primary market dengan membangun relasi kuat dan eksklusif bersama developer.
– Sistem dan SOP yang jelas sehingga seluruh proses penjualan terstandarisasi.
– Pelatihan intensif dan berkelanjutan untuk membentuk agen profesional dan produktif.
– Pemanfaatan teknologi internal guna memudahkan monitoring performa dan database management.
– Budaya perusahaan yang kolaboratif, kompetitif secara sehat, dan berorientasi pada hasil.
– Keunggulan SDM dan Teknologi
Deryan menegaskan, keunggulan utama Linktown terletak pada kualitas sumber daya manusia dan dukungan teknologi.

“Agen kami mendapatkan pelatihan rutin, coaching, serta pendampingan dengan sistem evaluasi berbasis performa yang transparan,” ujar Deryan Nataniel.
Selain itu, Linktown didukung CRM terintegrasi, sistem tracking leads dan closing, serta data analytics yang membantu agen membaca tren pasar secara lebih akurat.
Dari sisi promosi, terdapat tim marketing support yang menangani materi kampanye, strategi digital marketing terpusat, hingga perencanaan event dan activation.
Hubungan jangka panjang dengan developer juga menjadi kekuatan tersendiri. “Kami menjalin kemitraan strategis sehingga memiliki pemahaman mendalam terhadap produk yang dipasarkan,” ujar Deryan Nataniel.
Linktown pun menaruh perhatian besar pada profil agen ideal, yakni individu yang berintegritas tinggi, komunikatif, adaptif terhadap teknologi, konsisten, memiliki mindset jangka panjang, serta berorientasi pada solusi.
Proses rekrutmen dilakukan secara selektif dan berbasis karakter, agen baru wajib mengikuti program onboarding dan training dasar sebelum aktif memasarkan, serta mendapatkan pendampingan langsung dari leader atau mentor.
Dengan kombinasi strategi yang terstruktur, dukungan teknologi modern, serta budaya perusahaan yang kuat, Linktown optimistis dapat terus memperkuat posisinya di industri brokerage nasional.
“Target kami bukan hanya menjadi broker dengan angka penjualan tinggi, tetapi menjadi mitra strategis yang memberikan nilai tambah berkelanjutan bagi developer dan solusi terbaik bagi konsumen,” pungkas Deryan.
Prestasi di Summarecon Awards 2026 menjadi momentum penting yang menegaskan bahwa di tengah persaingan industri properti yang semakin dinamis, Linktown mampu berdiri di garis depan—bukan hanya sebagai penjual, tetapi sebagai penggerak transformasi brokerage properti di Indonesia. (RED)









