• Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Pasang Iklan
  • Kontak Kami
  • Login
Arcom Media
Advertisement
  • Home
  • TNI
  • Polri
  • Pariwisata
  • Hotel
  • Pemerintahan
  • DPRD
  • Hukum
  • Olahraga
  • Pendidikan
No Result
View All Result
  • Home
  • TNI
  • Polri
  • Pariwisata
  • Hotel
  • Pemerintahan
  • DPRD
  • Hukum
  • Olahraga
  • Pendidikan
No Result
View All Result
Arcom Media
No Result
View All Result
Home Kuliner

Madam Hoek Gelar Kompetisi Mahjong Perdana, Bangun Komunitas Mahjong Lewat Wisata Kuliner

Oktober 24, 2026
in Kuliner, Liputan Kota Bandung, Olahraga, Pariwisata, Peristiwa
0
Madam Hoek Gelar Kompetisi Mahjong Perdana, Bangun Komunitas Mahjong Lewat Wisata Kuliner
0
SHARES
0
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

ARCOM-MEDIA, Bandung. Permainan Mahjong semakin mendapat perhatian masyarakat Kota Bandung, melihat tren tersebut, restoran heritage bergaya vintage modern, Madam Hoek, menghadirkan kompetisi Mahjong perdana bertajuk Madam’s Mahjong Parlour, Mini Tourney Vol. 1, Sabtu (24/10/2026).

Kompetisi yang digelar di Restoran Madam Hoek, Jalan Kelenteng Nomor 54, Kota Bandung, itu diikuti 16 peserta dengan format permainan empat kim dan lima tai.

Kegiatan ini menjadi langkah awal pengelola dalam mengembangkan aktivitas Mahjong sekaligus memperkuat komunitas pemain yang mulai tumbuh di Bandung.

Tak sekadar menggelar turnamen, Madam Hoek memadukan permainan Mahjong dengan pengalaman kuliner.

Konsep tersebut diharapkan menjadi daya tarik baru bagi pengunjung, sekaligus membuka ruang bagi masyarakat yang ingin mengenal dan mempelajari Mahjong dari tingkat dasar.

Pemilik Madam Hoek, Sylvie Purnamsidi, yang akrab disapa Madam, mengungkapkan, gagasan menghadirkan Mahjong berawal dari upaya mencari cara kreatif untuk mempertahankan daya tarik restoran di tengah tantangan ekonomi, khususnya bagi pelaku usaha kecil dan menengah di sektor kuliner.

“Awalnya karena kondisi ekonomi yang cukup sulit, terutama bagi bisnis usaha kecil dan menengah di sektor restoran dan kuliner, maka untuk menyiasatinya, saya memberanikan diri memulai Mahjong dengan harapan para pemainnya bisa datang sembari makan dan minum di tempat kami,” ujar Sylvie di sela-sela kompetisi, Sabtu (24/10/2026).

Sylvie menuturkan, pada tahap awal, Madam Hoek memperkenalkan aktivitas Mahjong melalui sejumlah platform media sosial, seperti Instagram, TikTok, dan Threads.

Respons masyarakat perlahan meningkat. Sejumlah pengunjung mulai menanyakan permainan tersebut, bahkan beberapa di antaranya secara khusus ingin belajar Mahjong dari nol.

Menurut Sylvie, perkembangan positif mulai terlihat setelah program berjalan selama beberapa minggu.

Memasuki pertengahan September 2026, aktivitas Mahjong dinilai turut meningkatkan minat masyarakat untuk berkunjung ke Madam Hoek.

Salah satu daya tarik yang ditawarkan adalah kesempatan bagi pemula untuk belajar secara langsung dengan pendampingan.

Menariknya, Sylvie mengaku dirinya juga tidak memiliki kemampuan bermain Mahjong ketika pertama kali menggagas program tersebut.

Untuk mengembangkan kegiatan ini, dirinya kemudian bekerja sama dengan dua pelatih yang memiliki spesialisasi berbeda, yakni Chinese Mahjong dan Riichi Mahjong dari Jepang.

Kelas bagi pemula dijadwalkan setiap Senin dan Rabu malam, pengunjung cukup melakukan pembelian makanan dan minuman dengan transaksi minimum Rp.77.000 untuk memperoleh kesempatan belajar Mahjong tanpa biaya tambahan.

Dengan skema tersebut, pengunjung berkesempatan bermain selama sekitar tiga hingga empat jam, sesuai ketentuan yang berlaku di Madam Hoek.

Kegiatan belajar juga tidak terbatas pada jadwal kelas, pengunjung yang datang di luar waktu tersebut tetap dapat memperoleh pendampingan dari pengelola maupun kru yang telah mendapatkan pelatihan.

Madam Hoek turut menyediakan informasi jadwal bermain bersama atau mabar melalui grup WhatsApp dan media sosial.

Fasilitas ini memudahkan pengunjung mengetahui jadwal permainan sekaligus mencari rekan untuk bergabung.

Bagi pengunjung yang datang sendiri atau hanya berdua, pengelola dan kru siap membantu melengkapi jumlah pemain agar satu meja dapat diisi empat orang, sesuai format permainan yang digunakan.

Pertumbuhan aktivitas tersebut juga tercermin dari terbentuknya komunitas Mahjong Madam Hoek, dalam kurun waktu sekitar dua bulan, grup WhatsApp komunitas itu telah memiliki sekitar 116 anggota.

Grup tersebut menjadi wadah untuk berbagi informasi jadwal bermain, berdiskusi mengenai permainan, hingga bertukar informasi tentang kompetisi Mahjong di berbagai tempat.

Meningkatnya jumlah anggota komunitas turut mendorong Madam Hoek mengembangkan kegiatan yang lebih terarah melalui kompetisi.

Sylvie melihat perkembangan kemampuan para pemain sebagai modal penting untuk menyelenggarakan turnamen.

Sejumlah anggota yang semula belum mengenal Mahjong kini mulai memahami mekanisme permainan hingga penghitungan poin.

“Kompetisi mini turnamen diadakan setiap bulan dengan kapasitas awal 16 peserta, selanjutnya, ada kompetisi setiap empat bulan sekali untuk mempertemukan para pemenang dari beberapa seri mini turnamen bulanan sebelumnya,” ujar Sylvie.

Melalui pola tersebut, Madam Hoek ingin memberikan kesempatan kepada para pemain untuk mengasah kemampuan, menambah pengalaman bertanding, serta membangun interaksi yang lebih luas antarpenggemar Mahjong.

Perkembangan ini juga mencerminkan tumbuhnya minat terhadap Mahjong di kota Bandung, Sylvie menyebut sejumlah komunitas dan tempat lain turut menjadi wadah bagi para penggemar permainan tersebut.

Di antaranya adalah komunitas YDSP Parahyangan, Jalan-Jalan Mahjong, serta Nakama di kawasan Mekarwangi.

Menurut Sylvie, pengunjung Madam Hoek tidak hanya berasal dari Bandung, sejumlah pemain dari luar kota, termasuk Medan dan Jakarta, juga pernah datang setelah mengetahui aktivitas Mahjong melalui konten di Threads dan TikTok.

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa media sosial berperan penting dalam mempertemukan penggemar Mahjong dari berbagai daerah sekaligus memperluas jangkauan komunitas.

Di tengah meningkatnya popularitas Mahjong, permainan ini terkadang masih dikaitkan dengan aktivitas perjudian.

Menyikapi persepsi tersebut, Sylvie menegaskan bahwa Madam Hoek menerapkan aturan yang melarang perjudian di lokasi.

“Sebelum menjalankan program Mahjong, saya telah menyampaikan rencana kegiatan kepada pihak lingkungan setempat, termasuk Polsek serta pengurus RT dan RW,” tegas Sylvie.

Untuk menjaga kegiatan tetap berfokus pada permainan dan pembelajaran, Madam Hoek menerapkan sistem pencatatan poin menggunakan papan tulis, kertas, atau aplikasi yang dikembangkan salah satu anggota komunitas.

Pengelola tidak menggunakan keping atau chips sebagai sarana pencatatan, pendekatan ini dipilih agar pemain dapat berfokus mempelajari aturan, menyusun strategi, dan memahami sistem penghitungan poin.

Dengan demikian, kegiatan Mahjong di Madam Hoek diarahkan menjadi aktivitas rekreasi dan sosial yang dapat dinikmati masyarakat dalam suasana nyaman.

Selain membangun komunitas umum, Madam Hoek juga melihat peluang untuk memperkenalkan Mahjong kepada kalangan anak muda, termasuk mahasiswa.

Sylvie mengatakan, sejumlah mahasiswa yang berkunjung telah diajak mengenal dan mempelajari permainan tersebut.

Upaya pengenalan juga mulai diarahkan ke lingkungan pendidikan melalui kerja sama dengan pelatih Riichi Mahjong.

Salah satu tujuan yang ingin dikembangkan adalah membuka kesempatan bagi pemain muda Indonesia untuk meningkatkan kemampuan, mengikuti kompetisi, hingga berpotensi berpartisipasi dalam ajang internasional.

Mahjong sendiri memiliki sejumlah variasi, di antaranya Chinese Mahjong dan Riichi Mahjong yang berkembang di Jepang.

Keduanya menggunakan ubin dengan karakteristik serupa, tetapi memiliki perbedaan dalam aturan, pola permainan, dan sistem penghitungan poin.

Chinese Mahjong umumnya menggunakan satu set berisi 144 ubin, sedangkan Riichi Mahjong umumnya menggunakan 136 ubin.

Perbedaan tersebut menjadi bagian dari materi yang perlu dipahami pemain ketika mempelajari masing-masing variasi permainan.

Bagi masyarakat yang ingin mencoba Mahjong untuk pertama kali, Madam Hoek membuka kesempatan belajar dengan pendampingan.

Informasi mengenai kelas pemula, jadwal bermain bersama, dan kegiatan komunitas dapat diperoleh melalui media sosial Madam Hoek.

Dengan kompetisi perdana yang diikuti 16 peserta, komunitas yang telah berkembang hingga sekitar 116 anggota, serta kehadiran pemain dari luar kota, Madam Hoek berupaya menjadikan Mahjong sebagai daya tarik baru yang memadukan permainan, interaksi sosial, dan pengalaman kuliner.

Langkah tersebut sekaligus membuka peluang bagi tumbuhnya komunitas Mahjong yang lebih inklusif dan berkelanjutan di Kota Bandung. (RED)

 

Previous Post

Tim Basket X-Niners Tekuk BHB dan OBC di Liga Komunitas USBL 2026

Related Posts

Tim Basket X-Niners Tekuk BHB dan OBC di Liga Komunitas USBL 2026
Olahraga

Tim Basket X-Niners Tekuk BHB dan OBC di Liga Komunitas USBL 2026

by arcom
Oktober 22, 2026
Komdigi Bahas Masa Depan Pers di Era AI dan Transformasi Digital di Bandung
Pemerintahan

Komdigi Bahas Masa Depan Pers di Era AI dan Transformasi Digital di Bandung

by arcom
September 24, 2026
SMAN 9 Bandung Siap Pertahankan Takhta di Final DBL West Java-East 2026
Olahraga

SMAN 9 Bandung Siap Pertahankan Takhta di Final DBL West Java-East 2026

by arcom
September 23, 2026
Garnisun Tetap II/Bandung Gelar Open Tournament Catur Piala Panglima TNI
Liputan Kota Bandung

Garnisun Tetap II/Bandung Gelar Open Tournament Catur Piala Panglima TNI

by arcom
September 20, 2026
Makodim 0618/Kota Bandung Jadi Titik Penyaluran 200 Becak Listrik Bantuan Presiden
Liputan Kota Bandung

Makodim 0618/Kota Bandung Jadi Titik Penyaluran 200 Becak Listrik Bantuan Presiden

by arcom
September 18, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Ketua DPRD Jabar Taufik Hidayat Sambut Ramadhan 1445 Hijriah

Ketua DPRD Jabar Taufik Hidayat Sambut Ramadhan 1445 Hijriah

Maret 18, 2024

Ketua DPRD Jabar Taufik Hidayat Apresiasi Hari Mangrove Sedunia

Agustus 26, 2024
RM Rasana Resmi Hadir di Kawasan Wisata Situ Ciburuy

RM Rasana Resmi Hadir di Kawasan Wisata Situ Ciburuy

Februari 18, 2026

Kategori

  • DPRD
  • Hotel
  • Hukum
  • Jurnalis Bela Negara
  • Kesehatan
  • Konser Musik
  • Kuliner
  • Liputan Kota Bandung
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pariwisata
  • Partai Politik
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perbankan
  • Peristiwa
  • Polri
  • Produk
  • Properti
  • Teknologi
  • TNI
  • Uncategorized
Arcom Media

PT Arcom Media Bela Negara
Menayangkan berita terkini dan anti hoax

Categories

  • DPRD
  • Hotel
  • Hukum
  • Jurnalis Bela Negara
  • Kesehatan
  • Konser Musik
  • Kuliner
  • Liputan Kota Bandung
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pariwisata
  • Partai Politik
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perbankan
  • Peristiwa
  • Polri
  • Produk
  • Properti
  • Teknologi
  • TNI
  • Uncategorized

Informasi

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Syarat Penggunaan
  • Pedoman Media Siber
  • Pasang Iklan
  • Kontak Kami

Recent Posts

  • Madam Hoek Gelar Kompetisi Mahjong Perdana, Bangun Komunitas Mahjong Lewat Wisata Kuliner
  • Tim Basket X-Niners Tekuk BHB dan OBC di Liga Komunitas USBL 2026
  • Letjen TNI Mohammad Fadjar Resmi Jabat Dankodiklatad, Tongkat Komando Strategis TNI AD Berganti

© 2023 arcom-media.com - Developed by Tokoweb.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Login
  • Home
  • TNI
  • Polri
  • Pariwisata
  • Hotel
  • Pemerintahan
  • DPRD
  • Hukum
  • Olahraga
  • Pendidikan
Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?