ARCOM-MEDIA, Bandung. Pertarungan sengit bakal tersaji pada partai puncak Final DBL West Java-East 2026, SMAN 9 Bandung atau Niners akan berhadapan dengan SMA Trimulia Bandung di Bandung Arena, Rabu, (23/9/2026), Jalan Cikutra Kota Bandung mulai pukul 17.40 WIB.
Laga final ini bukan sekadar perebutan gelar juara, pertemuan Niners dan Trimulia juga menjadi panggung untuk menuntaskan cerita dari musim sebelumnya.
Kedua tim pernah berhadapan pada fase awal DBL West Java-East 2025, saat itu, pertandingan berlangsung ketat dan dramatis.
Trimulia mampu menguasai permainan hingga tiga kuarter, bahkan sempat membuat Niners tidak mencetak angka pada kuarter kedua.
Niners kemudian bangkit pada kuarter terakhir dan memaksa pertandingan berlanjut ke overtime.
Drama semakin memuncak pada babak tambahan, ketika Niners tertinggal tiga angka dan waktu menyisakan sekitar satu menit, Radikha Sulthan melepaskan tembakan tiga angka yang mengubah keadaan, tembakan tersebut membuat skor menjadi 33-33 dengan sekitar 30 detik tersisa.
Niners akhirnya mengunci kemenangan melalui tembakan bebas Muhammad Rafi Adi, Niners menang tipis 34-33 atas Trimulia.
Kekalahan tersebut sekaligus mengakhiri perjalanan Trimulia pada pertandingan pertama mereka di musim 2025.
Kini, satu tahun berselang, kedua tim kembali bertemu. Bedanya, kali ini mereka berhadapan di panggung tertinggi.
Kekalahan dramatis musim lalu menjadi bagian dari motivasi Trimulia untuk menghadapi Niners di final tahun ini.
Skuad Trimulia juga masih diperkuat sejumlah pemain yang merasakan langsung kekalahan tersebut, bedanya, pengalaman satu musim membuat sejumlah pemain berkembang dan memiliki pengalaman lebih matang.
Salah satu kekuatan Trimulia terletak pada si kembar Darrell Keagan dan Darren Keagan, keduanya mengandalkan kecepatan dan kemampuan menembak untuk membuka pertahanan lawan.
Di bawah ring, Rainer Evan Widjaja menjadi salah satu pemain penting, ia memiliki tugas memenangkan perebutan bola udara sekaligus menyediakan second chance melalui offensive rebound.
Pada laga melawan SMAN 2 Bandung, Trimulia bahkan mencatat 39 offensive rebound, Rainer turut menyumbang enam offensive rebound.

Kehadiran Rainer membuat duel di area bawah ring berpotensi menjadi salah satu pertarungan menarik karena ia akan berhadapan dengan salah satu andalan Niners, Steven Sebastian atau biasa disapa Pepen.
Trimulia juga memiliki opsi lain, Nathan Lee Efferin berperan sebagai pengatur serangan. Dalam empat pertandingan, Nathan telah mencatat 13 assist.
Sementara itu, Hayden Matthew Pranolo menjadi salah satu pemain yang patut diperhitungkan setelah tampil menonjol saat menghadapi SMAN 2 Bandung.
Kecepatan penetrasi dan keberaniannya dalam mengeksekusi serangan membuat Hayden dapat menjadi alternatif ketika lini utama Trimulia mendapat penjagaan ketat.
Di sisi lain, Niners memiliki duet Arkanairo Reizo dan Steven Sebastian (Pepen) sebagai tumpuan utama.
Reizo memiliki kemampuan menembak dari berbagai area, termasuk dari luar garis tiga angka, kemampuan membawa bola dan membaca permainan juga membuatnya berpotensi menjadi pengatur serangan Niners.
Sementara Steven Sebastian atau biasa disapa Pepen memiliki peran penting di area bawah ring, selain bertugas dalam perebutan rebound, Steven juga mampu menarik perhatian pertahanan lawan ketika mendapatkan bola.
Situasi tersebut dapat membuka ruang bagi pemain Niners lainnya untuk melakukan penetrasi maupun mencari posisi tembak.
Pelatih Niners, Gian Gumilar yang pernah belajar Basket di Amerika tentu dituntut menyiapkan strategi untuk menghadapi kedalaman skuad Trimulia.
Ketika Reizo dan Steven mendapat penjagaan ketat, kontribusi pemain lain akan menjadi bagian penting dari permainan Niners.
Pengalaman Niners melewati pertandingan ketat musim lalu menjadi modal tersendiri. Namun, pertandingan final menghadirkan tekanan dan situasi yang berbeda.
Niners kini berada di ambang sejarah, jika mampu mengalahkan Trimulia, Niners berpeluang mempertahankan gelar sekaligus mencatatkan gelar juara dua musim secara beruntun.
Sementara bagi Trimulia, final tahun ini merupakan kesempatan kedua untuk mengangkat trofi setelah terakhir kali tampil di partai puncak pada 2024, saat itu, mereka belum berhasil mengamankan gelar.
Kini kedua tim kembali bertemu dengan tujuan masing-masing, Niners ingin mempertahankan takhta. Trimulia membawa misi revans, semua cerita tersebut akan ditentukan di Bandung Arena (RED)









