• Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Pasang Iklan
  • Kontak Kami
  • Login
Arcom Media
Advertisement
  • Home
  • TNI
  • Polri
  • Pariwisata
  • Hotel
  • Pemerintahan
  • DPRD
  • Hukum
  • Olahraga
  • Pendidikan
No Result
View All Result
  • Home
  • TNI
  • Polri
  • Pariwisata
  • Hotel
  • Pemerintahan
  • DPRD
  • Hukum
  • Olahraga
  • Pendidikan
No Result
View All Result
Arcom Media
No Result
View All Result
Home Pendidikan

NYINDIR

Mei 12, 2026
in Pendidikan, Peristiwa
0
0
SHARES
0
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

ARCOM-MEDIA, Bandung. Nyindir adalah ilmu komunikasi tingkat tinggi yang tidak diajarkan di fakultas mana pun, tetapi dikuasai oleh hampir semua orang sejak mulai bisa membedakan antara “tidak apa-apa” dan “tidak apa-apa, tapi nanti akan saya tuntut di akhirat.”

Nyindir bukan sekadar berbicara. Ia adalah seni melempar batu dengan bunga. Batunya tidak terlihat, bunganya harum, tetapi kepala yang terkena biasanya langsung merasa ada meteor kecil mendarat di ubun-ubunnya.

Di kampung-kampung, kantor-kantor, grup WhatsApp keluarga, bahkan rapat resmi yang kopinya lebih jujur daripada notulennya, nyindir telah menjadi bagian dari kebudayaan manusia. Ia hidup di antara senyum yang terlalu rapi, tawa yang terlalu pendek, dan kalimat-kalimat yang abu-abu.

Orang yang menyindir bisa jadi tidak menyebut nama orang yang disindirnya, tetapi banyak orang tahu kepada siapa sindiran itu diarahkan. Nyindir semacam diplomasi orang terluka, surat resmi tanpa kop, tetapi jelas ditujukan kepada departemen perasaan tertentu.

Sindiran adalah kritik yang memakai sarung, duduk bersila, lalu berkata pelan, “Silakan pikir dan tebak sendiri.”

Anehnya, banyak orang suka menyindir, tetapi tidak suka disindir. Kita merasa sindiran kita adalah hikmah, sedangkan sindiran orang lain adalah fitnah. Ketika kita menulis, “Ada orang makin tua makin tidak tahu diri,” kita menyebutnya renungan. Namun ketika orang lain menulis, “Ada orang kalau menulis status suka merasa nabi kecil,” kita langsung merasa sasaran tembaknya adalah kita.

Di media sosial, nyindir sudah naik kelas menjadi industri kreatif. Orang-orang membuat status semacam ranjau. Kalimatnya pendek, tetapi ledakannya bisa menggelegar.

Hal yang sedikit ajaib, ternyata yang suka menyindir bukan hanya rakyat, tetapi juga pemimpin. Padahal pemimpin itu suaranya bisa meninggalkan jejak sejarah, batuknya menjadi breaking news, dan senyumnya bisa ditafsirkan pasar.

Karena itu, ketika seorang pemimpin menyindir, sindiran itu tidak lagi berjalan kaki. Ia naik mobil dinas, dikawal voorijder, lalu masuk ke relung hati secara masif.

Misalnya, ketika sang pemimpin berkata, “Ada pihak-pihak yang tidak suka perubahan,” maka mendadak lahirlah para ahli tafsir. Bawahan menunduk, rakyat menduga-duga, wartawan mengejar, buzzer memelintir, pengamat masuk televisi, akademisi membuat makalah, oposisi merasa ditampar angin, relawan bertepuk tangan, sementara ada rakyat kecil yang bingung sambil bertanya, “Pihak-pihak itu siapa? Apakah termasuk PKL yang suka menutup trotoar?”

Di sisi lain, ada pula yang merasa disindir lalu menulis sindiran balik: “Semoga semua pemimpin diberi hati yang lapang…”

Di tangan orang biasa, nyindir adalah luka kecil yang dibungkus humor. Di tangan pemimpin, nyindir bisa menjadi kebijakan setengah matang. Walaupun bukan keputusan, getarannya bisa terasa sampai ke seluruh pelosok.

Pemimpin yang suka menyindir biasanya tampak seperti sedang bercanda, padahal mungkin sedang mengirim rudal semantik. Sindiran pemimpin sering diperlakukan seperti wahyu administratif. Para bawahannya segera menerjemahkan. Ada yang menafsirkan secara politik, anggaran, bahkan mistik.

Padahal sang pemimpin sendiri mungkin hanya sedang kesal karena mikrofonnya kurang keras atau menu makan di perhelatan tersebut kurang cocok di lidah.

Begitulah kekuasaan. Kalau rakyat menyindir disebut nyinyir, tetapi kalau pemimpin yang menyindir bisa dianggap arahan strategis.

Bisa juga pemimpin yang suka menyindir itu sedang menunjukkan bahwa jabatan pun bisa baper. Di balik jas resmi dan pidato, ada hati yang ingin berkata, “Saya kesal.” Namun karena gengsi dan wibawa, dipilihlah kalimat yang melingkar.

Yang seharusnya diketahui para pemimpin, sindiran dari kursi kekuasaan sering kali tidak dimaknai sekadar sindiran. Ia bisa menjadi tekanan menakutkan yang membuat orang-orang merasa langit sedang melirik dengan alis terangkat.

Karena itu, wahai para pemimpin yang doyan menyindir, berbicaralah lebih terang. Jangan biarkan orang-orang yang sudah ruwet dengan kehidupan sehari-hari diberi tugas tambahan mengisi teka-teki silang.

Nyindir adalah seni yang menunjukkan bahwa manusia belum sepenuhnya berani jujur, namun juga belum sepenuhnya rela diam. Nyindir tak ubahnya seperti suara hati yang kepanasan, tetapi masih ingin terlihat memakai jas hujan.

Hihihihihh!

Bandung, 12/5/2026

(Ganjar Kurnia)

* Prof. Dr. Ir. Ganjar Kurnia, DEA., adalah Rektor ke-10 Universitas Padjadjaran (Unpad) yang menjabat selama dua periode, dari 2007 hingga 2015

Previous Post

Eka Santosa Kagumi Kedaton Giri Nusantara Milik Ki Semar Romo Bayu Suryoadiwinata

Next Post

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan Resmi Lantik Tim RBM Bagi Penyandang Disabilitas Kota Bandung

Related Posts

Artha Graha Peduli Dukung Tim Padel Jurnalis Bela Negara Berlaga di Turnamen Piala Komandan Pussenif
Jurnalis Bela Negara

Artha Graha Peduli Dukung Tim Padel Jurnalis Bela Negara Berlaga di Turnamen Piala Komandan Pussenif

by arcom
Juni 26, 2026
Kesehatan

Klinik Utama Rawat Inap Talenta Center Resmi Beroperasi, Perkuat Layanan Kesehatan Jiwa Anak dan Remaja

by arcom
Juni 20, 2026
Liputan Kota Bandung

Verona Films Rilis Teaser Trailer dan Poster Perdana “Dan Bandung”

by arcom
Juni 19, 2026
Peristiwa

Pangdam III/Siliwangi Pimpin Upacara HUT Ke-67 Menwa Mahawarman Jabar, Tegaskan Semangat Bela Negara

by arcom
Juni 13, 2026
Liputan Kota Bandung

Muhammad Farhan Dukung Penuh Gerakan Senam Masyarakat, Tekankan Pentingnya Kesehatan Fisik dan Mental

by arcom
Juni 13, 2026
Next Post

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan Resmi Lantik Tim RBM Bagi Penyandang Disabilitas Kota Bandung

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Perkuat Kolaborasi, Pocari Sweat Run Indonesia 2025 Hadirkan Pengalaman Berbeda di Kota Bandung

Perkuat Kolaborasi, Pocari Sweat Run Indonesia 2025 Hadirkan Pengalaman Berbeda di Kota Bandung

Juli 20, 2025

Bikers Brotherhood MC Indonesia Gelar Milad ke-37 Penuh Makna Budaya

November 22, 2025
Budi Dalton Sambangi Eka Santosa di Media Center Ganjar-Mahfud, Bahas Birokrat yang Tidak Netral

Budi Dalton Sambangi Eka Santosa di Media Center Ganjar-Mahfud, Bahas Birokrat yang Tidak Netral

Desember 28, 2023

Kategori

  • DPRD
  • Hotel
  • Hukum
  • Jurnalis Bela Negara
  • Kesehatan
  • Konser Musik
  • Kuliner
  • Liputan Kota Bandung
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pariwisata
  • Partai Politik
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perbankan
  • Peristiwa
  • Polri
  • Produk
  • Properti
  • Teknologi
  • TNI
  • Uncategorized
Arcom Media

PT Arcom Media Bela Negara
Menayangkan berita terkini dan anti hoax

Categories

  • DPRD
  • Hotel
  • Hukum
  • Jurnalis Bela Negara
  • Kesehatan
  • Konser Musik
  • Kuliner
  • Liputan Kota Bandung
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pariwisata
  • Partai Politik
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perbankan
  • Peristiwa
  • Polri
  • Produk
  • Properti
  • Teknologi
  • TNI
  • Uncategorized

Informasi

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Syarat Penggunaan
  • Pedoman Media Siber
  • Pasang Iklan
  • Kontak Kami

Recent Posts

  • Jurnalis Bela Negara Turunkan Tiga Tim pada Turnamen Padel Piala Komandan Pussenif
  • Artha Graha Peduli Dukung Tim Padel Jurnalis Bela Negara Berlaga di Turnamen Piala Komandan Pussenif
  • Bank bjb Dukung Jurnalis Bela Negara Berlaga di Turnamen Padel Piala Komandan Pussenif

© 2023 arcom-media.com - Developed by Tokoweb.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Login
  • Home
  • TNI
  • Polri
  • Pariwisata
  • Hotel
  • Pemerintahan
  • DPRD
  • Hukum
  • Olahraga
  • Pendidikan
Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?