ARCOM-MEDIA, Bandung. Suasana religius yang sarat makna menyelimuti Masjid Junudurrahmah Kodiklatad, Jalan Sumbawa, No. 23, Kota Bandung, Senin (16/3/2026), saat Komandan Kodiklatad, Letjen TNI Mohamad Hasan memimpin langsung peringatan Nuzulul Qur’an 1447 Hijriah.
Momentum spiritual ini bukan sekadar agenda seremonial tahunan, tetapi menjadi refleksi mendalam bagi seluruh prajurit dan keluarga besar Kodiklatad dalam memperkuat jati diri sebagai insan prajurit yang beriman, profesional, dan berintegritas.
Mengusung tema “Ramadhan Membentuk Mental Prajurit TNI yang Prima dan Memegang Teguh Nilai-Nilai Tauhid untuk Indonesia Maju,” kegiatan ini berlangsung dengan penuh kekhusyukan.
Rangkaian acara diawali dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an yang menggema di dalam masjid, menghadirkan nuansa ketenangan sekaligus pengingat akan pentingnya nilai-nilai ilahiah dalam kehidupan seorang prajurit.
Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan Dankodiklatad, tausiah Nuzulul Qur’an, serta doa yang disampaikan oleh ulama kharismatik, KH. Asep Anom.

Dalam tausiahnya, KH. Asep Anom mengingatkan, Al-Qur’an bukan hanya untuk dibaca, tetapi harus menjadi pedoman hidup yang membentuk karakter, memperkuat moral, serta menuntun setiap langkah pengabdian kepada bangsa dan negara.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh jajaran pimpinan Kodiklatad, mulai dari Wadan Kodiklatad, Ir Kodiklatad, Wair Kodiklatad, para Direktur, hingga Danpussimpur.
Kehadiran Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Gabungan Kodiklatad beserta pengurus juga menambah kekhidmatan acara.
Tak hanya itu, seluruh personel Makodiklatad dan Pussimpur yang beragama Islam turut ambil bagian, mencerminkan kebersamaan dan soliditas keluarga besar Kodiklatad.
Dalam sambutannya, Dankodiklatad, Letjen TNI Mohamad Hasan menegaskan, peringatan Nuzulul Qur’an harus dimaknai lebih dari sekadar rutinitas.

Dankodiklatadnmenekankan, Al-Qur’an harus menjadi sumber nilai utama dalam membangun karakter prajurit yang tangguh, disiplin, dan berintegritas tinggi.
“Al-Qur’an adalah pedoman hidup yang mengajarkan kejujuran, kedisiplinan, dan tanggung jawab, nilai-nilai tersebut sangat relevan dalam membentuk prajurit TNI yang profesional dan siap menghadapi berbagai tantangan tugas,” tegas Dankodiklatad.
Dankodiklatad menyoroti pentingnya menjadikan momentum Ramadhan sebagai sarana pembinaan mental dan spiritual.
Menurut Dankodiklatad, kekuatan militer tidak hanya diukur dari kemampuan fisik dan kecanggihan alutsista, tetapi juga dari kekuatan moral dan spiritual para prajuritnya.

Lebih jauh, Dankodiklatad mengajak seluruh personel untuk terus meningkatkan keimanan dan ketakwaan, serta mengimplementasikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam kedinasan maupun dalam kehidupan bermasyarakat.
Dankodiklatad menilai, prajurit yang memiliki landasan spiritual yang kuat akan mampu menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan dedikasi tinggi.
Peringatan Nuzulul Qur’an ini juga menjadi ruang introspeksi bagi seluruh peserta untuk memperbaiki diri, memperkuat hubungan dengan Tuhan, serta mempererat solidaritas antar sesama prajurit.

Di tengah dinamika tantangan global dan kompleksitas tugas TNI, nilai-nilai religius menjadi fondasi penting dalam menjaga profesionalisme dan loyalitas.
Di akhir kegiatan, doa bersama dipanjatkan dengan harapan agar seluruh prajurit Kodiklatad senantiasa diberikan kekuatan, keselamatan, dan keberkahan dalam setiap pengabdian kepada bangsa dan negara.
Momentum ini menegaskan, di balik ketegasan dan disiplin militer, terdapat dimensi spiritual yang menjadi penuntun arah pengabdian.
Kodiklatad tidak hanya membentuk prajurit yang tangguh secara fisik, tetapi juga kokoh secara mental dan spiritual, sebuah kombinasi yang menjadi kunci dalam mewujudkan Indonesia yang maju dan berdaya saing. (RED / Pen Kodiklatad)








