ARCOM-MEDIA, Bandung. Nuansa kebersamaan dan kekeluargaan terasa kuat di lingkungan Markas Komando Pendidikan dan Latihan TNI Angkatan Darat saat Komandan (Kodiklatad), Letjen TNI Mohamad Hasan menyerahkan bingkisan Hari Raya Idul Fitri secara simbolis kepada prajurit, Pegawai Negeri Sipil (PNS), serta unsur keluarga besar Kodiklatad.
Kegiatan tersebut digelar di Lapangan Makodiklatad, Bandung, Senin, (16/3/2026), dan menjadi salah satu momentum penting menjelang perayaan yang sarat makna kebersamaan, solidaritas, serta kepedulian sosial di lingkungan militer.
Acara berlangsung dalam suasana sederhana namun penuh kehangatan, para prajurit, PNS, serta unsur pengurus Masjid Junudurrahmah Kodiklatad tampak berkumpul dengan semangat kekeluargaan yang kuat, mencerminkan hubungan yang erat antara pimpinan dan seluruh anggota di bawah naungan Kodiklatad.
Penyerahan bingkisan dilakukan secara simbolis oleh Dankodiklatad kepada perwakilan personel Makodiklatad serta pengurus Masjid Junudurrahmah Kodiklatad.
Momen tersebut menjadi simbol perhatian pimpinan terhadap kesejahteraan dan kebahagiaan anggota, terutama dalam menyambut hari kemenangan setelah menjalani ibadah di bulan suci .
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Komandan Kodiklatad, Inspektur Kodiklatad, Wair Kodiklatad, para Direktur di jajaran Kodiklatad, serta seluruh personel Makodiklatad yang mengikuti rangkaian acara dengan penuh antusias.

Setelah prosesi penyerahan bingkisan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi foto bersama sebagai bentuk dokumentasi sekaligus simbol kebersamaan antara pimpinan dan seluruh anggota.
Momentum tersebut juga dimanfaatkan sebagai ajang silaturahmi yang memperkuat ikatan emosional di lingkungan satuan.
Dalam sambutannya, Dankodiklatad menegaskan, pemberian bingkisan Idul Fitri bukan sekadar bentuk bantuan materiil, melainkan juga simbol perhatian, kebersamaan, serta penghargaan pimpinan kepada seluruh prajurit, PNS, dan keluarga besar Kodiklatad yang selama ini telah mengabdikan diri dengan penuh dedikasi.
Dankodiklatadvmenekankan, bulan Ramadan dan perayaan Idul Fitri harus dimaknai sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas keimanan, mempererat silaturahmi, serta memperkuat semangat pengabdian kepada bangsa dan negara.
Menurut Dankodiklatad, nilai-nilai yang terkandung dalam Ramadan, seperti kedisiplinan, kesabaran, pengendalian diri, serta kepedulian terhadap sesama, sejalan dengan karakter yang harus dimiliki oleh setiap prajurit TNI.
“Momentum Ramadan dan Idul Fitri hendaknya dimanfaatkan untuk memperkuat keimanan dan kebersamaan, sekaligus meningkatkan semangat pengabdian dalam menjalankan tugas-tugas negara,” pesan Dankodiklatad.

Dankodiklatad juga mengingatkan seluruh prajurit dan PNS agar tetap menjaga disiplin, keamanan, serta kewaspadaan dalam melaksanakan tugas, termasuk saat menjalani masa libur dan merayakan Idul Fitri bersama keluarga.
Pembagian bingkisan Idul Fitri ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat secara langsung bagi personel Makodiklatad, tetapi juga menjadi simbol kuat solidaritas internal di lingkungan Kodiklatad.
Dalam organisasi militer, kebersamaan dan solidaritas merupakan modal penting dalam menjaga kekompakan serta meningkatkan kinerja satuan.
Melalui kegiatan seperti ini, hubungan antara pimpinan dan anggota diharapkan semakin erat, sehingga tercipta lingkungan kerja yang harmonis, solid, dan penuh rasa saling peduli.
Tradisi berbagi menjelang Idul Fitri juga menjadi bagian dari nilai luhur yang terus dijaga di lingkungan TNI AD, khususnya di Kodiklatad sebagai lembaga yang memiliki peran strategis dalam membentuk doktrin, pendidikan, dan pelatihan prajurit Angkatan Darat.
Dengan semangat kebersamaan yang terus terpelihara, diharapkan seluruh prajurit dan PNS Kodiklatad dapat semakin termotivasi untuk menjalankan tugas-tugas pembinaan doktrin, pendidikan, dan latihan secara optimal demi mendukung profesionalisme TNI AD di masa mendatang.
Momentum berbagi menjelang Idul Fitri ini pun menjadi pengingat bahwa kekuatan sebuah institusi tidak hanya dibangun dari sistem dan struktur organisasi, tetapi juga dari nilai kemanusiaan, kepedulian, dan rasa kebersamaan yang hidup di dalamnya. (RED /Pen Kodiklatad)









