ARCOM-MEDIA, Bandung. Menjelang perhelatan Bazar UMKM “Persit Bisa”, geliat semangat kemandirian para anggota Persit Kartika Chandra Kirana kian terasa.
Di balik deretan persiapan yang terus dimatangkan, terselip kisah inspiratif dari para pelaku usaha yang tak hanya berbisnis, tetapi juga berkontribusi bagi lingkungan sekitarnya. Salah satunya datang dari UMKM TRIBLEEFOOTWEAR.
Adalah Anang Fadmi, sosok perempuan di balik TRIBLEEFOOTWEAR, yang bersama timnya tengah berpacu dengan waktu untuk menyempurnakan setiap detail produk.
Sebagai anggota Persit Kartika Chandra Kirana Cabang VI Pusdikif PCBS Pussenif, Anang Fadmi tak hanya membawa nama usaha, tetapi juga semangat pemberdayaan perempuan dalam setiap langkahnya.
Dirintis sejak 2018 oleh Fina Kuscahyaningrum, TRIBLEEFOOTWEAR tumbuh dari usaha sederhana menjadi brand lokal yang menawarkan sandal flat bertali dengan desain minimalis namun tetap elegan dan nyaman.
Produk ini dirancang untuk menjangkau berbagai kalangan, dari remaja hingga dewasa, yang mengutamakan gaya tanpa mengorbankan kenyamanan.
Memasuki H-7 jelang bazar, kesibukan di balik layar semakin intens, mulai dari proses pengecekan kualitas yang ketat, pengemasan yang rapi, hingga penataan display yang menarik, semua dilakukan demi memberikan pengalaman terbaik bagi pengunjung.
“Kami ingin memastikan setiap produk yang kami tampilkan benar-benar siap, baik dari segi kualitas maupun desain, selain itu, kami juga menyiapkan beberapa model terbaru sebagai bentuk inovasi kami,” ujar Fina Kuscahyaningrum, Rabu (29/4/2026), di Bandung.

Tak hanya fokus pada produk, TRIBLEEFOOTWEAR juga menyusun strategi penjualan yang matang, berbagai ukuran dan model disiapkan agar setiap pengunjung dapat menemukan pilihan yang sesuai.
Materi promosi pun dirancang untuk memperkuat identitas brand sekaligus menarik minat pasar yang lebih luas.
Di luar aktivitas bisnis, Anang Fadmi juga aktif sebagai Kader Posyandu Mawar 13 Pussenif, peran ini menunjukkan semangat kewirausahaan dapat berjalan seiring dengan kepedulian sosial.
Bagi Anang Fadmi usaha bukan sekadar mencari keuntungan, tetapi juga menjadi sarana untuk memberi manfaat bagi lingkungan.
Partisipasi dalam “Persit Bisa” bukan hanya ajang berjualan, tetapi juga momentum untuk memperluas jaringan dan memperkenalkan produk lokal kepada masyarakat yang lebih luas.
Dengan persiapan yang matang dan semangat yang kuat, TRIBLEEFOOTWEAR optimistis dapat memberikan warna tersendiri dalam bazar tersebut.
Dari langkah kecil sebuah sandal, tersimpan harapan besar tentang kemandirian, kreativitas, dan kontribusi.
TRIBLEEFOOTWEAR membuktikan usaha lokal, ketika dikelola dengan hati dan ketekunan, mampu melangkah jauh dan menginspirasi banyak orang. (RED)








