ARCOM-MEDIA, Bandung. Suasana hangat penuh kebersamaan terasa kental saat Komandan Kodiklatad, Letjen TNI Dr. Mohamad Hasan, S.H., M.H., menghadiri Grand Opening Tedja Coffee 5.0 Saparua yang berlokasi di kawasan strategis Jalan Aceh, Jumat (24/4/2026).
Kehadiran kafe ini bukan sekadar menambah destinasi ngopi, tetapi juga menjadi simbol tumbuhnya ruang interaksi sehat bagi masyarakat perkotaan.
Acara peresmian berlangsung meriah namun tetap khidmat, diawali sambutan dari CEO Tedja Coffee, Putra Ilham Setiansyah, kemudian dilanjutkan dengan sambutan Dankodiklatad.
Momen puncak ditandai dengan prosesi pengguntingan pita serta pemotongan tumpeng sebagai bentuk rasa syukur atas dibukanya cabang kelima tersebut.

Sejumlah pejabat utama Kodiklatad, unsur TNI-Polri, serta Forkopimda Kota Bandung turut hadir, menambah kuat nuansa sinergi lintas sektor dalam mendukung pertumbuhan usaha kreatif berbasis komunitas.
Dalam sambutannya, Dankodiklatad memberikan apresiasi atas hadirnya Tedja Coffee 5.0 Saparua sebagai wadah positif bagi masyarakat.
Dankodiklatad menekankan pentingnya ruang-ruang publik yang tidak hanya menjadi tempat berkumpul, tetapi juga mampu mendorong pola hidup sehat dan produktif.
“Tempat seperti ini memiliki peran strategis dalam membangun interaksi sosial yang sehat, saya berharap Tedja Coffee dapat terus berkembang dan memberi dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Dankodiklatad.

Sementara itu, Putra Ilham Setiansyah menegaskan komitmen Tedja Coffee dalam menjaga kualitas produk sekaligus mendukung keberlanjutan.
Menurutnya, Tedja Coffee tidak hanya berfokus pada bisnis, tetapi juga pada pemberdayaan petani kopi lokal serta penciptaan ekosistem komunitas yang inklusif.
Dengan konsep yang mengedepankan kesehatan, kenyamanan, dan kebersamaan, Tedja Coffee 5.0 Saparua diharapkan menjadi lebih dari sekadar tempat menikmati kopi.
Kehadiran Tedja Coffee 5.0 Saparua diproyeksikan sebagai pusat inspirasi, ruang kolaborasi, serta penggerak gaya hidup positif di tengah masyarakat Bandung yang dinamis.
Grand opening ini menjadi penanda optimisme baru bahwa bisnis kuliner, ketika dikemas dengan visi sosial yang kuat, mampu menjadi motor penggerak perubahan menuju masyarakat yang lebih sehat, produktif, dan saling terhubung. (RED)








