ARCOM-MEDIA, Kabupaten Bogor. Peresmian EIGER Nature di kawasan Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, berlangsung istimewa, destinasi ekowisata yang dikembangkan di Zona Pemanfaatan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango itu diresmikan Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana, Selasa, (27/10/2026), dengan dihadiri sejumlah tokoh nasional, pejabat pemerintahan, serta jenderal TNI aktif dan purnawirawan.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana turut meresmikan EIGER Nature didampingi Founder & Chairman Eiger Group Ronny Lukito dan CEO PT EIGER Ekowisata Nusantara Imanuel Wirajaya.
Peresmian yang berlokasi di Jalan Lemah Nendeut, Megamendung, Kabupaten Bogor, ini menandai langkah baru EIGER dalam mengembangkan bisnis dari penyedia perlengkapan kegiatan luar ruang menjadi pengelola destinasi wisata berbasis alam.
Acara tersebut semakin semarak dengan kehadiran sejumlah tokoh penting dari kalangan militer, birokrasi, politik, dan dunia usaha, undangan yang hadir merupakan sahabat dan kolega Ronny Lukito, sekaligus mencerminkan luasnya jejaring yang mendukung pengembangan EIGER Nature.

Dari kalangan militer, hadir Pangkostrad ke-48 Letjen TNI Iwan Setiawan, mantan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago, mantan Danjen Kopassus Jenderal TNI (Hor) Agus Sutomo, serta mantan Wakil Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal TNI (Purn.) I Nyoman Cantiasa.
Sejumlah perwira tinggi TNI purnawirawan lainnya turut hadir, di antaranya mantan Pangkostrad Letjen TNI (Purn.) Besar Harto Karyawan, Letjen TNI (Purn.) Tono Suratman, Letjen TNI (Purn.) Teddy Lhaksmana, serta Mayjen TNI (Purn.) TB Hasanuddin. Hadir pula Danrem Bogor Brigjen TNI Thomas Rajunio.
Dari kalangan pemerintahan dan politik, acara ini dihadiri Ketua MPR RI Ahmad Muzani, anggota Komisi X DPR RI Mulyadi, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara, serta Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar.
Hadir pula mantan Menteri Pariwisata Sandiaga Uno, Wakil Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Otto Hasibuan, Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Faisal Malik Hendropriyono, Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan, Wakil Ketua DPRD Jawa Barat Ono Surono, dan Bupati Bogor Rudy Susmanto.

Sejumlah tokoh Jawa Barat lainnya, seperti Pimpinan Kawargian Abah Alam, Adhitiya Alam Syah atau biasa disapa Abah Alam, Budayawan Iwan Abdulrachman, Ipong Witono, dan Aat Soeratin, juga turut menghadiri peresmian EIGER Nature.
Dalam sambutannya, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyambut positif inisiatif EIGER Nature, menurutnya, pengembangan destinasi wisata berbasis alam menjadi langkah strategis di tengah meningkatnya minat wisatawan terhadap pengalaman wisata yang autentik, personal, dan berkelanjutan.
Menpar mengapresiasi perjalanan EIGER yang mempersiapkan pengembangan destinasi tersebut selama kurang lebih lima tahun sebelum memasuki tahap peresmian.
Menurut Menpar, pengembangan EIGER Nature sejalan dengan tren pariwisata global yang semakin mengutamakan pengalaman langsung dengan alam, sekaligus mendorong pengelolaan destinasi yang memperhatikan keberlanjutan lingkungan.

“Kementerian Pariwisata akan terus mendorong investasi pada pengembangan destinasi baru untuk meningkatkan daya tarik wisata, memperpanjang lama tinggal wisatawan, dan menggerakkan perekonomian daerah,” kata Menpar.
Menpar menilai investasi wisata berbasis alam berpotensi menciptakan efek berganda bagi perekonomian masyarakat, mulai dari membuka peluang usaha bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah, menggerakkan jasa pariwisata, hingga memperluas lapangan pekerjaan.
Salah satu dampak yang telah terlihat dari pengembangan EIGER Nature adalah penyerapan sekitar 600 tenaga kerja lokal. Jumlah tersebut diharapkan meningkat hingga 2.000 orang seiring pengembangan investasi pada tahap berikutnya.
Potensi tersebut menjadi salah satu indikator bahwa ekowisata tidak hanya berorientasi pada daya tarik destinasi, tetapi juga dapat menjadi penggerak ekonomi masyarakat di sekitar kawasan wisata.
Di balik pengembangan destinasi yang mengandalkan keindahan alam pegunungan tersebut, aspek kelestarian lingkungan menjadi perhatian utama EIGER Group.

Founder & Chairman Eiger Group Ronny Lukito menegaskan, pengembangan EIGER Nature dilakukan dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian, terutama karena lokasinya berada di zona pemanfaatan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.
Ronny Lukito menjelaskan, area lahan yang digunakan untuk pembangunan saat ini baru sekitar 1,5 persen, angka tersebut, menurutnya, berada di bawah batas pemanfaatan yang disebutnya dapat mencapai 10 persen sesuai ketentuan yang berlaku.
Meski demikian, Ronny Lukito menegaskan, EIGER Nature tidak akan menjadikan batas pemanfaatan lahan sebagai alasan untuk melakukan pembangunan secara berlebihan.
“EIGER Nature berkomitmen untuk sangat berhati-hati dalam pengembangan, apalagi di kawasan hutan,” ujar Ronny Lukito.
Sebagai bagian dari upaya pemulihan dan pelestarian lingkungan, EIGER Nature juga telah melakukan penanaman sekitar 120.000 pohon tegakan serta delapan juta tanaman penutup tanah.
Selain penghijauan, pengelola menerapkan sistem pengendalian limpasan air melalui pembangunan sumur resapan dan kolam retensi, langkah tersebut ditujukan untuk membantu menjaga tata air sekaligus mempertahankan fungsi ekologis kawasan.
Komitmen tersebut menjadi aspek penting dalam pengembangan EIGER Nature, mengingat keseimbangan antara aktivitas pariwisata dan perlindungan lingkungan merupakan tantangan utama bagi destinasi yang berada di kawasan pegunungan.
Keberhasilan pengelolaan destinasi ini nantinya tidak hanya ditentukan oleh jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga oleh konsistensi dalam menjaga kelestarian alam yang menjadi daya tarik utamanya.

Sementara itu, CEO PT EIGER Ekowisata Nusantara Imanuel Wirajaya mengungkapkan, EIGER Nature direncanakan mulai dibuka untuk masyarakat secara bertahap pada 2 November 2026.
Panorama alam pegunungan, termasuk pemandangan Gunung Pangrango, menjadi salah satu daya tarik utama destinasi tersebut, “Aset utama dari EIGER Nature adalah alamnya,” kata Imanuel.
Menurut Imanuel, keindahan alam bukan sekadar latar bagi aktivitas wisata, melainkan aset utama yang harus dijaga agar dapat dinikmati secara berkelanjutan oleh generasi mendatang.

Imanuel berharap kehadiran EIGER Nature dapat menghadirkan alternatif destinasi wisata baru bagi masyarakat sekaligus menjadi sarana edukasi untuk meningkatkan kepedulian terhadap pelestarian alam dan budaya Indonesia.
Imanuel juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat sekitar dalam pengembangan kawasan tersebut.
Dengan demikian, keberadaan destinasi wisata di Megamendung diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih luas, baik dari sisi ekonomi, sosial, maupun lingkungan.

Peresmian EIGER Nature pun membawa harapan baru bagi pengembangan pariwisata berbasis alam di Kabupaten Bogor.
EIGER Nature diharapkan tidak hanya menjadi destinasi untuk menikmati keindahan alam, tetapi juga menjadi contoh bahwa pengembangan pariwisata dan pelestarian lingkungan dapat berjalan beriringan, dengan masyarakat setempat sebagai bagian penting dari keberlanjutannya. (RED)









