• Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Pasang Iklan
  • Kontak Kami
  • Login
Arcom Media
Advertisement
  • Home
  • TNI
  • Polri
  • Pariwisata
  • Hotel
  • Pemerintahan
  • DPRD
  • Hukum
  • Olahraga
  • Pendidikan
No Result
View All Result
  • Home
  • TNI
  • Polri
  • Pariwisata
  • Hotel
  • Pemerintahan
  • DPRD
  • Hukum
  • Olahraga
  • Pendidikan
No Result
View All Result
Arcom Media
No Result
View All Result
Home Peristiwa

Masyarakat Adat Jawa Barat Tolak Putusan Mahkamah Konstitusi Lewat Doa dan Aksi Teatrikal

November 7, 2023
in Peristiwa
0
Masyarakat Adat Jawa Barat Tolak Putusan Mahkamah Konstitusi Lewat Doa dan Aksi Teatrikal
0
SHARES
0
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

ARCOM-MEDIA, Kabupaten Bandung. Fenomena politik di Indonesia mendapat tanggapan dari Masyarakat Kampung Adat Olot Jawa Barat yang dipimpin Jajang Sanaga, para Olot menyampaikan kekhawatiran domokrasi saat ini yang semakin rusak.

Jajang Hardi Wiyono atau biasa disapa Jajang Sanaga yang merupakan Ketua Harian Barisan Olot Jawa Barat (BOMA Jabar) sebagai warga Kampung Bunisari, RT 027 RW 05, Desa Neglasari, Kec. Salawu, Kab. Tasikmalaya membawa perwakilan dari seluruh masyarakat tanah Pasundan ke kaki Gunung Manglayang, Kabupaten Bandung, Senin, (6/11/2023).

Berkumpulnya BOMA di kaki Gunung Manglayang yang terdiri dari perwakilan daerah Kab. Tasikmalaya, Kab. Sumedang, Kab. Ciamis, Kab. Pangandaran, Kab. Subang, Kab. Bandung dan Provinsi Banten menggelar doa dan aksi teatrikal kekecewaan terhadap proses demokrasi saat ini.

Aksi teatrikal terpantau sangat khidmat dengan ritual yang begitu beradab dengan memohon doa kepada Yang Maha Kuasa agar diberikan kesadaran, dan membalikkan hati para oknum yang ingin merusak bangsa Indonesia.

Aksi teatrikal disajikan dengan kemasan seragam pangsi hitam yang umumnya dikenakan para kaum laki-laki, dan menghadirkan para perempuan sebagai penari Talawangsa dari Rancakalong, Kabupaten Subang yang memakai baju hitam dengan selendang merah putih di bahu mengurai ke bawah, tangan kanan memegang kain merah dan tangan kiri memegang kain putih.

Sebelumnya kerumunan yang menghadap sesaji (khas Sunda) berdoa dipimpin sesepuh BOMA Jabar.

Di ujung lapang seusai berdoa, sebagian kaum laki-laki membawa keranda kematian yang bertuliskan demokrasi yang mati, ada juga yang membawa poster para tokoh Indonesia di antaranya, Soekarno, Mohammad Hatta, Otto Iskandar Dinata, dan Dewi Sartika disertai beberapa umbul-umbul, dan bendera merah putih.

Teatrikal dimulai dengan berlari-larinya seorang laki-laki membawa poster kecebong, menabrak para kerumunan yang membawa poster tokoh bangsa, sambil diiringi musik Talawangsa dengan empat orang penari menikmati setiap nada yang diikuti gerak tubuhnya yang begitu mistis.

Adegan tersebut kemudian di sambut para kelompok yang membawa keranda dengan iringan puisi kekecewaan dari Adang Suparman seorang Praktisi Sunda.

”Hai sadarlah, sadarlah engkau yang diberi kekuasaan, karena kami orang Sunda menolak adanya penghianat bangsa, pergi, pergi dari tanah ini, karena kami ingin damai, makmur dan sejahtera,” ujar Adang Suparman.

Kemudian disambut penggalan puisi sambil membakar keranda di api pinggir lapang yang sudah menyala, sambil para lakon berteriak, “Bakar, bakar emosi dan kejahatan kalian,” ujarnya sembari diiringi musik Talawangsa.

Seusai aksi teatrikal, Jajang Hardi Wiyono atau biasa disapa Jajang Sanaga mengatakan, Masyarakat Kampung Adat Olot Jawa Barat yang merupakan warga tanah Pasundan merasa kecewa dengan sistem kekuasaan yang tidak terpuji.

“Adanya cerita tentang Mahkamah Konstitusi yang terkesan telah di giring menjadi Mahkamah Keluarga membuat kami kecewa, apakah ini demi ketidak puasan memimpin negara selama dua periode?, kini setelah 10 tahun lamanya terkesan ingin melahirkan aturan baru untuk bisa menjadi tiga periode,” ujar Jajang Hardi Wiyono.

Padahal menurut Jajang Hardi Wiyono, konstitusi hakekatnya tidak membuka ruang dengan masa jabatan Presiden tiga periode, artinya sudah tidak sejalan dengan yang telah di amanatkan para pendiri terdahulu.

“Bahkan empat pilar bangsa yang dihimbau bisa mengimplementasikan dalam kehidupan sehari hari yakni, Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI tidak dihayati secara seksama dan komitmen,” tegas Jajang Hardi Wiyono.

“Karena itu, kami yang di lahirkan di tanah Pasundan tidak akan tinggal diam, apabila ada yang mau menghancurkan empat pilar tesebut,” tegas Jajang Hardi Wiyono.

“Demokrasi kita sudah semrawut, maka dari itu gelaran ini sebagai bentuk keprihatinan, terutama telah hilangnya etika kebangsaan,” pungkas Jajang Hardi Wiyono. (RED / ELD / GUN / HNY)

 

Jumlah Pembaca: 108
Previous Post

JBN Kota Bandung Dukung Deklarasi Damai Pemilu Tahun 2024 Inisiasi Kodim 0618/Kota Bandung

Next Post

Kasad Jenderal Agus Subiyanto Apresiasi Pangdam III/Siliwangi dan Kapolda Jabar Atas Terselenggaranya Panggung Hiburan di Pangandaran

Related Posts

Bunda Corla dan Sophie Navita Promosikan Film “Mertua Ngeri Kali” di Kota Bandung
Liputan Kota Bandung

Bunda Corla dan Sophie Navita Promosikan Film “Mertua Ngeri Kali” di Kota Bandung

by admin
Desember 7, 2025
Liputan Kota Bandung

ASUS Expert Ekspansi ke Kota Bandung, Tawarkan Solusi Bisnis Cerdas dan Terintegrasi untuk Ekosistem Bisnis Lokal

by admin
Desember 4, 2025
Liputan Kota Bandung

IFI Bandung Gelar Closing Night of Festival Sinema Prancis 2025

by admin
Desember 2, 2025
Liputan Kota Bandung

Jatayu Shooting Club Gelar Danlanud Cup, Eiger Tac Dukung Penuh

by admin
November 29, 2025
Hotel

The Suddha Asia Afrika Bandung Rayakan Ulang Tahun Pertama dengan Bakti Sosial

by admin
November 28, 2025
Next Post
Kasad Jenderal Agus Subiyanto Apresiasi Pangdam III/Siliwangi dan Kapolda Jabar Atas Terselenggaranya Panggung Hiburan di Pangandaran

Kasad Jenderal Agus Subiyanto Apresiasi Pangdam III/Siliwangi dan Kapolda Jabar Atas Terselenggaranya Panggung Hiburan di Pangandaran

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Dankodiklatad Letjen TNI Mohamad Hasan Pimpin Rapim Kodiklatad TA 2025

Februari 19, 2025

Prof Komaruddin Hidayat Resmi Terpilih Jadi Ketua Dewan Pers

Mei 14, 2025

Pangkogabwilhan I, Letjen Kunto Arief Wibowo Kunjungi Kodam III/Siliwangi

April 15, 2025

Kategori

  • DPRD
  • Hotel
  • Hukum
  • Jurnalis Bela Negara
  • Kesehatan
  • Konser Musik
  • Kuliner
  • Liputan Kota Bandung
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pariwisata
  • Partai Politik
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perbankan
  • Peristiwa
  • Polri
  • Produk
  • Properti
  • Teknologi
  • TNI
  • Uncategorized
Arcom Media

PT Arcom Media Bela Negara
Menayangkan berita terkini dan anti hoax

Categories

  • DPRD
  • Hotel
  • Hukum
  • Jurnalis Bela Negara
  • Kesehatan
  • Konser Musik
  • Kuliner
  • Liputan Kota Bandung
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pariwisata
  • Partai Politik
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perbankan
  • Peristiwa
  • Polri
  • Produk
  • Properti
  • Teknologi
  • TNI
  • Uncategorized

Informasi

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Syarat Penggunaan
  • Pedoman Media Siber
  • Pasang Iklan
  • Kontak Kami

Recent Posts

  • Bunda Corla dan Sophie Navita Promosikan Film “Mertua Ngeri Kali” di Kota Bandung
  • ASUS Expert Ekspansi ke Kota Bandung, Tawarkan Solusi Bisnis Cerdas dan Terintegrasi untuk Ekosistem Bisnis Lokal
  • The Kamalaya Hotel Bandung Lahir Kembali, Kukuhkan Harmoni Cinta dalam Pelukan Tradisi Jawa

© 2023 arcom-media.com - Developed by Tokoweb.co

  • Login
  • Home
  • TNI
  • Polri
  • Pariwisata
  • Hotel
  • Pemerintahan
  • DPRD
  • Hukum
  • Olahraga
  • Pendidikan

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?