• Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Pasang Iklan
  • Kontak Kami
  • Login
Arcom Media
Advertisement
  • Home
  • TNI
  • Polri
  • Pariwisata
  • Hotel
  • Pemerintahan
  • DPRD
  • Hukum
  • Olahraga
  • Pendidikan
No Result
View All Result
  • Home
  • TNI
  • Polri
  • Pariwisata
  • Hotel
  • Pemerintahan
  • DPRD
  • Hukum
  • Olahraga
  • Pendidikan
No Result
View All Result
Arcom Media
No Result
View All Result
Home Peristiwa

Merayakan Kemerdekaan, Memperkokoh Jati Diri, Benang Merah EIGER Adventure dan Sejarah Panjat Tebing di Indonesia

Agustus 8, 2025
in Peristiwa, Produk
0
0
SHARES
0
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

ARCOM-MEDIA, Bandung. Memperingati 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia, sebuah perhelatan akbar kembali digelar.

Kompetisi tahunan panjat tebing yang diselenggarakan oleh EIGER Adventure menjadi sorotan utama.

Kompetisi ini, yang dikenal dengan nama EIGER Independence Sport Climbing Competition (EISCC), bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan sebuah barometer bagi perkembangan performa dan prestasi para atlet panjat tebing di Indonesia.

Sejak Kamis, (14/8/2025), hingga putaran final pada Minggu, (17/8/2025), kompetisi ini akan berlangsung di Eiger Flagship Store, Jalan Sumatera, Kota Bandung.

Dinding panjat berstandar internasional di lokasi tersebut akan menjadi saksi bisu perebutan gelar terbaik nasional untuk kategori lead dan speed.

Lantas, mengapa EIGER sebagai merek perlengkapan petualangan asal Bandung memiliki ikatan yang begitu erat dengan olahraga panjat tebing di Indonesia?

Kisahnya bermula lebih dari tiga dekade silam, sebuah periode penting yang membentuk fondasi kuat bagi olahraga ekstrem ini di Tanah Air.

Dunia panjat tebing mulai ramai diperbincangkan di Indonesia pada medio 1980-an.

Cerita-cerita tentang petualangan dan olahraga pemanjatan mulai menghiasi koran dan majalah olahraga, menarik perhatian banyak anak muda pecinta alam.

Di tengah gelombang antusiasme ini, EIGER Tropical Adventure lahir pada tahun 1989.

Mario Pratama, Chief Operating Officer EIGER Adventure, menuturkan, nama EIGER sendiri terinspirasi dari sebuah ekspedisi bersejarah.

Pada tahun 1986, dua legenda panjat tebing Indonesia, Harry Suliztiarto dan Mamay S. Salim, berhasil menaklukkan puncak Gunung Eiger di Swiss.

“Keberhasilan ekspedisi menuju puncak Gunung Eiger inilah yang akhirnya menginspirasi nama brand EIGER Adventure,” ungkap Mario.

Mamay S. Salim, yang kini menjabat sebagai Senior Advisor EIGER Adventure, mengenang kembali momen heroik tersebut.

Ia bercerita bahwa pendakian dilakukan melalui jalur ekstrem dengan kondisi cuaca berbahaya dan suhu jauh di bawah titik beku.

“Berita kesuksesan tim kami di Gunung Eiger pun meledak di Tanah Air, untuk pertama kalinya, kami membuat jalur dan memberi nama Indonesian Route untuk mencapai Gunung Eiger di Swiss,” kenang Mamay.

Mamay S. Salim adalah penjaga sejarah hidup panjat tebing modern di Indonesia, ribuan foto arsip dan kliping pemberitaan tersimpan rapi di ruang kerjanya di Eiger Adventure Service Team, Jalan Sumatera, Kota Bandung.

Ia mendokumentasikan setiap jejak perkembangan olahraga ini, mulai dari pendakian di Tebing Citatah yang semakin digandrungi hingga pembangunan dinding panjat tebing modern.

“Dalam sejarahnya, EIGER hadir di tengah pertumbuhan masif olahraga panjat tebing modern di Indonesia. Dimulai dari pendakian ke Gunung Eiger di Swiss, pemanjatan ke Tebing Citatah, hingga dinding papan panjat berbahan dasar blok resin pertama di Indonesia yang dibangun oleh EIGER di Flagship Store Jalan Cihampelas pada 2001 silam,” ujar Mamay.

Pada tahun 2001, EIGER juga mengambil langkah berani dengan melahirkan EISCC – Eiger Independence Sport Climbing Competition.

Kompetisi ini segera menjelma menjadi ajang paling bergengsi, menarik atlet-atlet panjat tebing dari seluruh penjuru Indonesia untuk datang ke Bandung.

“Perlombaan diadakan oleh EIGER di dinding panjat berbahan blok resin pertama di Indonesia yang ada di EIGER Cihampelas,” ungkap Mamay.

Sejak saat itu, EISCC menjadi lebih dari sekadar kompetisi, melalui arsip fotonya, Mamay merekam bagaimana EIGER menjadi ruang bagi para atlet untuk tumbuh, mengasah mental juang, dan menantang batas kemampuan mereka menuju panggung dunia.

“Setiap tahunnya, dari 2001 hingga 2025 ini, kompetisi panjat EISCC masih dianggap sebagai salah satu tolok ukur perkembangan prestasi dan performa atlet muda hingga senior dari seluruh Indonesia,” pungkas Mamay.

Hubungan antara EIGER dan panjat tebing di Indonesia adalah sebuah narasi tentang semangat petualangan, dedikasi, dan visi.

Dari puncak Gunung Eiger yang ekstrem, lahirlah sebuah merek yang tidak hanya menyediakan perlengkapan, tetapi juga menjadi pilar utama dalam membangun dan mengembangkan ekosistem panjat tebing di Tanah Air.

Melalui EISCC, EIGER terus berkomitmen untuk menginspirasi generasi baru, memastikan bahwa api semangat panjat tebing di Indonesia tetap menyala terang, seiring dengan perayaan kemerdekaan bangsa. (BRH)

Previous Post

SSJ Arcamanik U-13, Bintang Masa Depan Sepak Bola Indonesia, Bersinar di Tiongkok

Next Post

Kawargian Abah Alam Peringati Hari Masyarakat Adat Internasional ke-39

Related Posts

Liputan Kota Bandung

Langkah Pasti UMKM Persit, TRIBLEEFOOTWEAR Hadirkan Produk Unggulan di PERSIT BISA

by arcom
April 8, 2026
Hukum

PT CSI Bantah Hoax di Medsos Terkait Monopoli dan Penyelewengan THR Karyawan

by arcom
Maret 31, 2026
Liputan Kota Bandung

Jasmine Integrated Farming: Gerakan RW di Antapani Bandung yang Menginspirasi Dunia Internasional

by arcom
Maret 31, 2026
Hukum

KPPU Putus 97 Pinjol Bersalah, Denda Capai 755 Miliar dalam Kasus Penetapan Bunga

by arcom
Maret 27, 2026
Liputan Kota Bandung

Kota Bandung Siaga Lebaran, Apel Besar Digelar, Walikota Tegaskan Zero Toleransi Gangguan Kamtibmas

by arcom
Maret 17, 2026
Next Post
Kawargian Abah Alam Peringati Hari Masyarakat Adat Internasional ke-39

Kawargian Abah Alam Peringati Hari Masyarakat Adat Internasional ke-39

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Jurnalis Bela Negara Gelar Nobar Kualifikasi Piala Dunia 2026 Indonesia vs China di Kota Bandung

Jurnalis Bela Negara Gelar Nobar Kualifikasi Piala Dunia 2026 Indonesia vs China di Kota Bandung

Juni 5, 2025
Ketua DPRD Jabar Taufik Hidayat Dukung Hari Gerakan Satu Juta Pohon

Ketua DPRD Jabar Taufik Hidayat Dukung Hari Gerakan Satu Juta Pohon

Januari 25, 2024

Teror Nyi Darminah di Trans Studio Bandung Jelang Halloween

Oktober 28, 2024

Kategori

  • DPRD
  • Hotel
  • Hukum
  • Jurnalis Bela Negara
  • Kesehatan
  • Konser Musik
  • Kuliner
  • Liputan Kota Bandung
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pariwisata
  • Partai Politik
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perbankan
  • Peristiwa
  • Polri
  • Produk
  • Properti
  • Teknologi
  • TNI
  • Uncategorized
Arcom Media

PT Arcom Media Bela Negara
Menayangkan berita terkini dan anti hoax

Categories

  • DPRD
  • Hotel
  • Hukum
  • Jurnalis Bela Negara
  • Kesehatan
  • Konser Musik
  • Kuliner
  • Liputan Kota Bandung
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pariwisata
  • Partai Politik
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perbankan
  • Peristiwa
  • Polri
  • Produk
  • Properti
  • Teknologi
  • TNI
  • Uncategorized

Informasi

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Syarat Penggunaan
  • Pedoman Media Siber
  • Pasang Iklan
  • Kontak Kami

Recent Posts

  • Langkah Pasti UMKM Persit, TRIBLEEFOOTWEAR Hadirkan Produk Unggulan di PERSIT BISA
  • PT CSI Bantah Hoax di Medsos Terkait Monopoli dan Penyelewengan THR Karyawan
  • Jasmine Integrated Farming: Gerakan RW di Antapani Bandung yang Menginspirasi Dunia Internasional

© 2023 arcom-media.com - Developed by Tokoweb.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Login
  • Home
  • TNI
  • Polri
  • Pariwisata
  • Hotel
  • Pemerintahan
  • DPRD
  • Hukum
  • Olahraga
  • Pendidikan
Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?