• Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Pasang Iklan
  • Kontak Kami
  • Login
Arcom Media
Advertisement
  • Home
  • TNI
  • Polri
  • Pariwisata
  • Hotel
  • Pemerintahan
  • DPRD
  • Hukum
  • Olahraga
  • Pendidikan
No Result
View All Result
  • Home
  • TNI
  • Polri
  • Pariwisata
  • Hotel
  • Pemerintahan
  • DPRD
  • Hukum
  • Olahraga
  • Pendidikan
No Result
View All Result
Arcom Media
No Result
View All Result
Home Peristiwa

Hasan Nasbi Ingatkan Ancaman Cognitive Warfare, TNI AD Diminta Siapkan Pendidikan Khusus Algoritma

Maret 4, 2026
in Peristiwa
0
Dankodiklatad: Rapim Kodiklatad TA 2026, Siapkan Prajurit TNI AD Hadapi Perang Kognitif
0
SHARES
0
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

ARCOM-MEDIA, Bandung. Hasan Nasbi yang pernah memimpin Kantor Komunikasi Kepresidenan (Presidential Communication Office/PCO), melontarkan peringatan serius soal ancaman perang modern yang tak lagi mengandalkan peluru dan meriam, melainkan pikiran manusia, hal ini diungkapkan Hasan Nasbi saat menjadi pembicara di Rapat Pimpinan (Rapim) Kodiklatad Tahun Anggaran 2026, di Gedung Mohammad Toha, Makodiklatad, Jalan Aceh No. 50, Kota Bandung, Rabu (4/3/2026), hadir Dankodiklatad Letjen TNI Mohamad Hasan, dan jajaran petinggi Kodiklatad.

Menurut Hasan Nasbi, hingga saat ini belum ada aturan setingkat undang-undang yang secara komprehensif mengatur perlindungan warga negara dari paparan berita bohong.

“Di tengah derasnya arus informasi, masyarakat kerap menjadi sasaran disinformasi, fitnah, dan ujaran kebencian yang dirancang untuk memengaruhi cara berpikir dan pengambilan keputusan,” ujar Hasan Nasbi, “Ini bukan lagi sekadar perang opini, ini adalah medan pertempuran baru, pertempuran kognitif,” ujarnya.

Hasan Nasbi menyebut fenomena ini sebagai cognitive warfare atau perang kognitif, sebuah bentuk peperangan yang menyerang proses berpikir manusia, jika selama ini dikenal lima matra peperangan, darat, laut, udara, siber, dan luar angkasa, maka perang kognitif layak disebut sebagai matra ke-6.

“Perang ini sesungguhnya sudah berlangsung sejak zaman dahulu, dalam literatur klasik seperti buku tentang 36 strategi perang yang masih dipakai hingga kini, manipulasi persepsi dan penggiringan opini telah menjadi bagian dari taktik tempur,” ujar Hasan Nasbi.

“Senjata paling tua dan paling mutakhir itu adalah pikiran manusia, targetnya jelas, melumpuhkan cara berpikir, merebut persepsi, hingga membuat orang kehilangan semangat untuk melawan,” ujar Hasan Nasbi.

Lebih lanjut Hasan Nasbi mengutip prinsip klasik bahwa “tanpa berperang adalah seni tertinggi dalam berperang.”, dalam konteks modern, prinsip itu diterjemahkan melalui rekayasa informasi dan algoritma media sosial.

Jika dahulu isu disebarkan dari mulut ke mulut di pasar-pasar, kini cukup dengan “melempar” narasi ke media sosial, dalam hitungan detik, informasi benar maupun palsu menyebar melalui jaringan fiber optik yang kecepatannya melebihi kecepatan suara.

Hasan Nasbi menekankan bahwa di era algoritma, perang bisa didesain atau bahkan tidak perlu didesain secara konvensional, Big data dan kecerdasan buatan bekerja menyaring, menargetkan, dan menguatkan konten sesuai profil serta preferensi pengguna.

“Aplikasi media sosial hari ini sudah memakai algoritma sesuai kebutuhan, profil, dan keinginan pengguna, mesin dan robot bisa membully, bahkan AI punya akun media sosial,” ungkap Hasan Nasbi

Hasan Nasbi mencontohkan bagaimana individu seperti Ferry Irwandi sempat memicu kegaduhan yang berdampak pada institusi TNI dan Polri, terlepas benar atau tidaknya informasi yang beredar, dampaknya terasa nyata karena diperkuat oleh kerja big data dan algoritma.

Dalam sejarah modern, cognitive warfare juga dipakai dalam operasi militer, Hasan Nasbi menyinggung Operasi Badai Gurun yang dipimpin Amerika Serikat saat menghadapi Irak, serta dinamika konflik dengan Iran, dalam sejumlah operasi, persepsi lawan diarahkan untuk memperkirakan serangan dari satu arah, sementara strategi sebenarnya bergerak dari arah lain, “Bahkan negara adidaya seperti Amerika Serikat tetap menggunakan perang kognitif,” ujarnya.

Hasan Nasbi juga menyoroti kekhawatiran Amerika Serikat pada 2018 terkait potensi penyusupan algoritma dari luar negeri yang dapat memengaruhi opini publik dan proses demokrasi.

Hasan Nasbi mengingatkan bahwa manipulasi algoritma bukan sekadar teori, pada tahun 2017, ribuan akun palsu disebut berasal dari Myanmar untuk menyebarkan kebencian terhadap etnis Rohingya, narasi yang digerakkan melalui platform digital memicu sentimen negatif luas, bahkan mendorong dukungan terhadap tindakan kekerasan.

Fenomena ini menunjukkan bahwa satu orang di balik meja, dengan akun palsu dan identitas samaran, dapat menciptakan kekacauan besar, Alter ego difasilitasi oleh teknologi, sementara arus informasi tak pernah berhenti.

“Cognitive warfare berjalan setiap detik, karena orang tidak pernah berhenti membuat berita di media sosial,” ungkap Hasan Nasbi.

Melihat ancaman tersebut, Hasan Nasbi menyarankan agar Komandan Kodiklatad mempertimbangkan pendidikan khusus tentang algoritma dan tata kelola informasi digital bagi prajurit TNI.

Menurut Hasan Nasbi, pemahaman tentang cara kerja algoritma penting agar aparat tidak mudah terpengaruh, tidak tergesa-gesa dalam mengambil keputusan, serta mampu membangun “benteng kognitif Nusantara”.

Hasan Nasbi bahkan mengusulkan pengkhususan cabang kajian tentang cognitive warfare, agar prajurit tidak menjadi korban disinformasi, fitnah, dan kebencian (DFK), sekaligus mampu mencegah penyebarannya, “Ke depan, perang utama adalah perang kognitif, maka TNI harus memberi perhatian serius,” ujarnya.

Hasan Nasbi membandingkan Indonesia dengan Singapura yang menerapkan kebijakan satu orang satu akun media sosial berbasis identitas resmi.

Sementara Indonesia harus menghadapi populasi lebih dari 280 juta orang, belum termasuk akun luar negeri yang mengaku sebagai warga Indonesia.

Menurut Hasan Nasbi, tanpa regulasi kuat dan literasi digital yang memadai, masyarakat akan terus menjadi sasaran empuk manipulasi.

Perang kognitif bukan lagi wacana masa depan, perang kognitif hadir hari ini tanpa suara ledakan, tanpa asap mesiu, namun mampu memengaruhi arah kebijakan, memecah belah masyarakat, hingga mengganggu stabilitas negara.

“Benteng terkuat bangsa ini bukan hanya senjata, tetapi cara berpikir yang jernih, kritis, dan berbasis data,” pungkas Hasan Nasbi. (BRH)

 

Previous Post

Dankodiklatad: Rapim Kodiklatad TA 2026, Siapkan Prajurit TNI AD Hadapi Perang Kognitif

Next Post

Ngabuburit Festival Vol. 2 di Trans Studio Bandung Wajib Masuk Wishlist Ramadan 2026

Related Posts

Liputan Kota Bandung

Rayakan HUT Persib, Bobotoh Tutup Jalan Layang Pasupati, Lalu Lintas Kota Bandung Lumpuh Tanpa Pengamanan

by arcom
Maret 14, 2026
Hukum

Kasatpol PP Kota Bandung Bambang Sukardi Pimpin Razia Gabungan, Toko Penjual Minol Disegel

by arcom
Maret 14, 2026
Liputan Kota Bandung

Cloudpath Coffee and Space yang Diduga Jual Alkohol di Bulan Ramadan Batal Didemo Mahasiswa Bandung

by arcom
Maret 13, 2026
Peristiwa

Kodam III/Siliwangi Peringati Nuzulul Qur’an 1447 H, Perkuat Karakter Prajurit Menuju Indonesia Maju

by arcom
Maret 12, 2026
Peristiwa

Kinerja Tahun 2025 Tumbuh Solid, Kualitas Aset Tetap Terjaga, Perkuat Langkah Adira Finance Temani Ramadan

by arcom
Maret 12, 2026
Next Post

Ngabuburit Festival Vol. 2 di Trans Studio Bandung Wajib Masuk Wishlist Ramadan 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Danpussenif Letjen Iwan Setiawan Gelar Silaturahmi dan Tenis Bersama Jurnalis

April 10, 2025

Pesta Otomotif Bandung Dimulai, Wakil Gubernur Jabar Resmikan GIIAS 2025

Oktober 1, 2025
Pangdam III/Siliwangi Mayjen Erwin Djatniko Hadiri Deklarasi Pemilu Damai, Jabar Anteng

Pangdam III/Siliwangi Mayjen Erwin Djatniko Hadiri Deklarasi Pemilu Damai, Jabar Anteng

November 19, 2023

Kategori

  • DPRD
  • Hotel
  • Hukum
  • Jurnalis Bela Negara
  • Kesehatan
  • Konser Musik
  • Kuliner
  • Liputan Kota Bandung
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pariwisata
  • Partai Politik
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perbankan
  • Peristiwa
  • Polri
  • Produk
  • Properti
  • Teknologi
  • TNI
  • Uncategorized
Arcom Media

PT Arcom Media Bela Negara
Menayangkan berita terkini dan anti hoax

Categories

  • DPRD
  • Hotel
  • Hukum
  • Jurnalis Bela Negara
  • Kesehatan
  • Konser Musik
  • Kuliner
  • Liputan Kota Bandung
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pariwisata
  • Partai Politik
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perbankan
  • Peristiwa
  • Polri
  • Produk
  • Properti
  • Teknologi
  • TNI
  • Uncategorized

Informasi

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Syarat Penggunaan
  • Pedoman Media Siber
  • Pasang Iklan
  • Kontak Kami

Recent Posts

  • Rayakan HUT Persib, Bobotoh Tutup Jalan Layang Pasupati, Lalu Lintas Kota Bandung Lumpuh Tanpa Pengamanan
  • SMAN 5 Bandung dan SMAN 2 Bandung Tawuran, Satu Orang Tewas
  • Kasatpol PP Kota Bandung Bambang Sukardi Pimpin Razia Gabungan, Toko Penjual Minol Disegel

© 2023 arcom-media.com - Developed by Tokoweb.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Login
  • Home
  • TNI
  • Polri
  • Pariwisata
  • Hotel
  • Pemerintahan
  • DPRD
  • Hukum
  • Olahraga
  • Pendidikan
Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?