ARCOM-MEDIA, Bandung. Semangat kemandirian dan kreativitas anggota Persit Kartika Chandra Kirana kian terasa menjelang pelaksanaan bazar UMKM.
Memasuki H-3, geliat persiapan terlihat semakin intens, salah satunya dari UMKM TRIBLEEFOOTWEAR yang tampil serius mematangkan seluruh aspek produksi hingga penataan stand.
Usaha fashion yang digawangi Fina Kuscahyaningrum ini bukan pemain baru, sejak berdiri pada 2018, TRIBLEEFOOTWEAR konsisten menghadirkan produk sandal flat tali yang mengedepankan desain simpel, kenyamanan, serta sentuhan tren kekinian, kini, jelang bazar Persit, keseriusan itu terlihat dari detail persiapan yang dilakukan.
Di balik layar, tim TRIBLEEFOOTWEAR tengah sibuk menyortir produk terbaik, memastikan kualitas tetap terjaga, hingga menyiapkan kemasan yang lebih menarik dan profesional.
Setiap pasang sandal diperlakukan dengan ketelitian tinggi, mulai dari pengecekan bahan hingga kesesuaian ukuran, demi memberikan pengalaman terbaik bagi calon pembeli.

“Kami ingin memastikan setiap produk yang dibawa benar-benar siap jual, baik dari segi kualitas maupun tampilan, karena di bazar ini, kesan pertama sangat menentukan,” ujar Fina, Senin, (4/5/2026), di Bandung.
Tak hanya fokus pada produk, strategi visual juga menjadi perhatian utama, konsep display stand disusun dengan matang, mengelompokkan produk berdasarkan model dan ukuran agar memudahkan pengunjung.
Penataan yang rapi dan estetik diharapkan mampu menarik perhatian sekaligus memberikan kenyamanan saat memilih.
Menariknya, TRIBLEEFOOTWEAR juga akan meluncurkan beberapa desain terbaru yang disiapkan khusus untuk momen bazar ini, koleksi tersebut diharapkan menjadi daya tarik tersendiri di tengah beragam produk UMKM lainnya.
Dukungan penuh pun datang dari Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cabang BS Pussenif, Beti Iwan Setiawan, ia mengapresiasi kesiapan para pelaku UMKM Persit yang dinilai semakin profesional dalam mengembangkan usahanya.

“Kegiatan bazar ini bukan sekadar ajang jualan, tetapi juga ruang bagi anggota untuk menunjukkan kualitas, kreativitas, dan daya saing produk mereka. Kami bangga melihat perkembangan ini,” ungkap Beti Iwan Setiawan.
Lebih dari itu, bazar ini diharapkan menjadi momentum penting untuk mendorong kemandirian ekonomi anggota Persit sekaligus memperluas jangkauan pasar produk lokal.
Dengan persiapan yang matang dan semangat yang terus menyala, TRIBLEEFOOTWEAR optimistis mampu mencuri perhatian pengunjung.
Bukan hanya soal penjualan, tetapi juga tentang membawa semangat karya perempuan Indonesia yang mandiri, kreatif, dan berdaya saing tinggi. (RED)









